Bagikan artikel ini :

Penderitaan Menghasilkan Ketekunan

Roma 5:1-11

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan (hupomone),
- Roma 5:3

Mengapa Tuhan mengizinkan hal-hal berat terjadi dalam hidupku? Apakah Tuhan telah melupakanku? Tuhan dulu baik, tapi sekarang Dia seperti berdiam diri, bagaimana aku esok bisa menantikan sikap-Nya yang berikutnya? Mungkin ini sebagian pemikiran yang timbul di benak Anda saat menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Ada keraguan, ada pesimisme terhadap kepedulian Tuhan akan apa yang Anda sedang alami. Anda ragu apakah bisa mengandalkan Tuhan untuk menyelesaikan masalah-masalah Anda.

Kita sebagai orang Kristen, tidak sedang bersandar pada optimisme buta. Kita memiliki keyakinan yang kokoh akan janji Allah yang pasti. Namun, apa dasar keyakinan kita bahwa Allah selalu baik dan tidak berubah-ubah sikap kepada kita? Mari kita menelaah lebih dalam ayat di atas.

Kata kunci dari ayat emas dalam bahasa Yunani adalah hupomone, artinya adalah ketekunan (perseverance). Kata ini jika kita uraikan lebih detail bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu hypo (ὑπό), artinya di bawah, dan menō (μένω), artinya tetap tinggal atau bertahan. Jadi jika digabung, ὑπομονή berarti tetap tinggal di bawah beban. Kalimat ini menggambarkan seseorang yang tidak pernah menyerah dalam tekanan, tetapi berdiri teguh karena ada pengharapan dari Allah. Kita tahu bahwa ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan (ay. 4). Inilah cara Allah mendidik anak-anak-Nya. Cara Allah mendidik anak-anak-Nya lebih banyak melalui air mata, tetapi bukan berarti Dia enggan mengulurkan tangan. Didikan keras Allah akan menghasilkan kehidupan yang tangguh karena kita belajar bertekun untuk mengikuti jalan-Nya.

Sobat terkasih, ketekunan lahir dari hati yang telah diperbarui, dimana Allah tidak akan pernah lepas tangan dalam pemeliharaan-Nya sampai akhir hidup kita. Allah bekerja melalui pimpinan Roh Kudus kepada orang-orang percaya untuk menopang kita agar dapat bertahan dalam menghadapi pencobaan dan penderitaan. Jika Anda saat ini sedang menghadapi kesulitan dan permasalahan berat, tetap bertahan serta bertekun dalam doa. Allah sumber segala kasih karunia akan menguatkan, meneguhkan, dan mengokohkan Anda (1Ptr. 5:10).


Refleksi Diri:

  • Apa kesulitan dan masalah hidup yang pernah Anda alami, yang sempat membuat Anda meragukan kasih dan kepedulian Tuhan?
  • Bagaimana melalui kejadian tersebut, Anda bisa belajar untuk bertahan, bertekun, dan akhirnya bisa melihat bahwa pengharapan dari Tuhan selalu ada?