Pelangi Kasih
Kejadian 9:8-17
Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun temurun, untuk selama-lamanya: Busur-Ku (Pelangi-Ku) Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
- Kejadian 9:12-13
Dalam Kejadian 9, Allah mengikatkan sebuah perjanjian dengan Nuh dan keturunannya setelah air bah. Perjanjian ini bukan hanya janji tidak akan membinasakan bumi lagi dengan air bah, tetapi juga tentang kasih setia dan kemurahan Tuhan yang tak pernah pudar, meskipun manusia sering kali gagal dan berdosa. Pelangi yang muncul di langit bukan mengisahkan tentang kuda poni yang akan segera muncul, seperti cerita film kartun My Little Pony, satu film anak yang hari ini begitu dikenal dan digemari.
Sebetulnya, secara teologis dalam untaian sejarah keselamatan, pelangi adalah lambang visual dari kasih Allah yang melingkupi kita. Pelangi adalah tanda perjanjian bahwa Dia tidak akan menurunkan air bah lagi, sekaligus juga pengingat bahwa kasih Tuhan selalu hadir setelah badai. Warna-warni pelangi mengingatkan kita tentang kasih Allah yang tidak satu dimensi, melainkan menjangkau banyak dimensi: kasih yang lembut, yang menguatkan, yang menegur, yang memulihkan, dan banyak lagi. Kasih Allah menyatukan segala perbedaan dalam harmoni yang sempurna, seperti warna-warni beragam yang membentuk satu pelangi indah nan menakjubkan.
Terlebih lagi, pelangi kasih Allah mengajak kita untuk tidak menyerah pada gelapnya dunia dan badai hujan kehidupan. Allah ingin kita tahu bahwa setelah hujan badai, kasih-Nya selalu hadir dalam bentuk pengharapan dan damai. Inilah pelangi kasih yang Allah janjikan bagi mereka yang percaya kepada-Nya.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita juga dipanggil untuk memancarkan pelangi kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya kasih manis dan menyenangkan dalam imajinasi dan ideologi saja, tetapi kasih nyata yang hadir dalam setiap warna kehidupan. Pelangi kasih tersebut bisa kita nyatakan saat menolong yang lemah, mengampuni yang bersalah, menegur dengan lemah lembut, dan menguatkan yang patah hati. Marilah menjadi pelangi kasih bagi orang-orang di sekitar kita. Biarlah melalui diri kita, pelangi kasih Allah tidak pernah berhenti menghiasi dan mewarnai hidup setelah badai dahsyat kehidupan sekalipun.
Refleksi Diri:
- Apa badai hujan kehidupan yang Anda hadapi saat ini? Bagaimana Anda melihat kasih Allah bekerja di tengah pergumulan Anda?
- Apa warna kasih yang bisa Anda pancarkan kepada sesama hari ini? Apakah kasih yang lembut, kasih yang menguatkan, atau mungkin kasih yang memulihkan?
