Orang Muda Mencari Kehendak Tuhan (1)
2 Tawarikh 34:1-7
Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya, dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!
- Mazmur 144:12
Siapa sangka ternyata raja sesaleh Yosia, yang menjadi raja pada saat ia masih berumur delapan tahun, adalah anak dari raja Amon yang jahat? Kita telah melihat sebelumnya bagaimana Amon dikudeta dan dibunuh oleh para pegawainya. Kini, kita melihat bahwa kejadian ini justru mendatangkan kebaikan untuk kerajaan Yehuda. Yosia tidak hidup menuruti kelakuan Amon karena ayahnya yang jahat itu keburu mati.
Jadi, tanpa pengaruh dan teladan buruk ayahnya, Yosia memilih untuk “melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya” (ay. 2). Bukannya meneladani Amon, Yosia malahan meneladani Daud, kakek moyangnya. Ia tentu mendapat pengajaran yang baik dari lingkungan di sekitarnya. Bahkan, delapan tahun kemudian, ia “mencari Allah Daud, bapa leluhurnya” (ay. 3). Coba Anda bayangkan adegan berikut: seorang raja berusia enam belas tahun berusaha mencari tahu kehendak Tuhan. Empat tahun kemudian ia mulai berangkat untuk menjalankan panggilannya menahirkan Yehuda dan Yerusalem (ay. 3-5), bahkan sampai kota-kota di tanah Israel Utara (ay. 6-7) yang kini telah sepi setelah dihancurkan kerajaan Asyur dan penduduknya diangkut pergi. Apakah Anda teringat sesuatu?
Ya! Jika Anda mempunyai anak yang takut akan Tuhan dan kini beranjak dewasa, ini adalah pemandangan yang Anda telah atau sedang saksikan. Anak Anda memang bukan raja, tetapi ketika mulai menginjak SMA, yakni sekitar umur enam belas tahun, ia mulai memilih sendiri jalan hidupnya. Apakah ingin masuk jurusan IPA atau IPS? Apa bidang yang akan ditekuninya? Di mana ia akan kuliah? Jika anak Anda seorang yang takut akan Tuhan, ia akan dengan giat mencari kehendak Tuhan. Kemudian, sesudah menjalani masa kuliahnya, empat tahun kemudian ia akan berangkat untuk menjalankan panggilannya dan menapak masuk ke dunia kerja.
Di zaman dimana anak-anak muda menghabiskan waktunya dengan media sosial, pergaulan yang tidak benar, dan aktivitas-aktivitas lain yang tidak berguna, kiranya anak-anak kita tetap setia mencari kehendak Tuhan. Tak peduli apakah ia menjadi tajir melintir, yang terpenting adalah ia menjadi pribadi yang taat kepada Tuhan.
Refleksi Diri:
- Bagaimana Anda menilai kerohanian anak Anda di masa mudanya? Apakah ia mencari kehendak Tuhan sebelum melangkah menjalani hidupnya?
- Apa yang menjadi doa Anda untuk anak-anak Anda setiap malam? Ambillah waktu mendoakan mereka supaya dapat hidup seperti Yosia yang mencari kehendak Tuhan.
