Not Finishing Well
2 Tawarikh 16:1-10
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
- 2 Timotius 4:7
Entah berapa banyak orang percaya, bahkan hamba-hamba Tuhan, yang memulai perjalanan imannya bersama Tuhan dengan baik, tetapi mengakhirinya dengan kehancuran. Alkitab pun mencatat banyak kisah seperti ini. Asa adalah salah satunya. Sangat disayangkan, Asa yang telah hidup dalam ketaatan kepada Tuhan dan memenangkan peperangan melawan pasukan Etiopia yang besar, akhirnya jatuh sesudah 35 tahun bersama Tuhan.
Baesa, raja Israel Utara, hendak memulai peperangan dengan Yehuda Selatan dengan cara memperkuat penjagaan di Rama (ay. 1). Asa menjadi was-was, kemudian meminta pertolongan raja Aram, Benhadad, untuk menyerang Israel Utara. Ia bahkan memberikan upeti berupa emas dan perak yang seharusnya kepunyaan Bait Suci (ay. 2). Benhadad pun memenuhi permohonan Asa dan menyerang Baesa. Hal ini menyebabkan Baesa menghentikan pertahanannya di Rama untuk melawan serangan Benhadad (ay. 5). Kesempatan ini kemudian dipakai Asa untuk mengangkat batu dan kayu peninggalan Baesa di Rama dan menggunakannya untuk memperkuat Geba dan Mizpa (ay. 6).
Rencana Asa kelihatannya berakhir dengan baik. Namun, Tuhan tidak berkenan dengan tindakan Asa dan mengutus nabi-Nya, Hanani, untuk menegurnya (ay. 7). Tuhan telah memberinya kemenangan melawan pasukan Etiopia yang begitu besar, kok bisa-bisanya sekarang Asa mengandalkan kekuatan asing untuk melawan Israel Utara yang jauh lebih kecil? Asa yang sakit hati mendengar teguran tersebut kemudian memenjarakan Hanani, bahkan berlaku sewenang-wenang terhadap rakyatnya sendiri (ay. 10).
Kisah Asa sangatlah ironis. Hanya sedikit lagi, ia akan memiliki catatan yang sempurna. Sayangnya, fenomena not finishing well (tidak mengakhiri dengan baik) seperti ini bukanlah hal yang aneh. Sangat jarang ditemui orang-orang misalnya seperti Rasul Paulus, yang dapat melakukan pekerjaan Tuhan dengan setia sampai pada akhirnya. Entah berapa banyak orang yang mengakhiri kepemimpinannya dengan menjadi orang yang haus kuasa, gagal meregenerasi penerus, berkonflik, dan kejatuhan-kejatuhan lainnya. Entah berapa banyak orang yang mengakhiri pekerjaannya dengan catatan merah.
Tetaplah setia memegang komitmen dan memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Ingatlah segala kebaikan-Nya yang telah kita rasakan. Niscaya kita dapat menyelesaikan segala pekerjaaan dengan baik.
Refleksi Diri:
- Pernahkah Anda mengakhiri suatu pekerjaan atau tugas dengan buruk, misalnya di dalam pelayanan gerejawi atau ketika mengundurkan dari pekerjaan? Apa yang menyebabkan Anda bersikap demikian?
- Menurut Anda, bagaimana seharusnya cara Anda mengakhiri hal tersebut dengan baik?
