No Viral, No Justice
Wahyu 19:6-10
Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
- Wahyu 19:6
Beberapa waktu yang lalu, pernah ramai satu istilah: No viral, no justice, yaitu jika sebuah kasus hukum tidak ramai di media sosial maka keadilan itu tidak ada. Ini adalah potret dari dunia bahwa kebenaran seringkali diinjak-injak. Orang yang salah bisa jadi benar, orang yang benar bisa disalahkan. Penguasa dunia banyak yang tidak menjalankan kekuasaan dengan kompeten sehingga banyak orang menjadi muak, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. Ketidakadilan bukanlah hal yang aneh lagi, Anda juga mungkin pernah atau sedang mengalaminya.
Orang-orang percaya zaman itu banyak yang menderita karena penganiayaan dan ketidakadilan. Kekaisaran Romawi begitu kokoh dan kuat, mereka memperlakukan orang-orang percaya semau mereka. Orang-orang percaya saat itu jumlahnya sedikit, tidak punya kekuasaan, mereka seringkali menjadi korban zaman. Namun, Tuhan memperlihatkan masa depan di ayat emas: Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
Apakah Tuhan tidak berkuasa sehingga tidak menjalankan pemerintahan-Nya dengan sepenuhnya? Tuhan dulu, sekarang, dan selamanya tetap berkuasa, tetapi kita belum mencicipi pemerintahan sepenuhnya dari Tuhan. Kekuasaan-kekuasaan dunia masih ada dan seringkali membuat kita frustasi, tidak berdaya, bahkan menderita. Akan tetapi, firman Tuhan menyatakan bahwa pemerintahan Tuhan sepenuhnya akan kita rasakan, tanpa ada gangguan dari penguasa-penguasa lainnya. Sebab pemerintahan dunia dan segala kejahatannya akan diakhiri oleh Tuhan sendiri (Why. 18:2).
Di masa depan pasti kita akan menyaksikan dan menikmati pemerintahan Tuhan, waktu Tuhan Yesus datang kedua kalinya, sukacita dan pujian mengalir bagi Tuhan saja. Tuhan akan mengakhiri semuanya, pada waktunya. Jangan gentar ikut Tuhan, tetaplah beribadah dan menyembah kepada-Nya, sekalipun harus menderita karena iman kita. Jangan cari aman, tetapi kobarkanlah iman. Satu lagi alasan kita memuji Tuhan, bukan karena apa yang telah Dia lakukan, tetapi apa yang akan Dia lakukan di masa depan. Saat kita melihat apa yang akan dilakukan-Nya di masa depan, kita pun akan memuji Tuhan dan pemerintahan-Nya. Haleluya!
Refleksi Diri:
- Apakah Anda pernah merasakan ketidakadilan? Apa yang Anda rasakan?
- Apa yang mau Anda lakukan, mengingat Tuhan akan menegakkan kekuasaan dan keadilan-Nya dengan sempurna di hari depan?
