Narcisstic Personality Disorder
Markus 10:35-43
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
- Markus 10:43
Apakah Narcissistic Personality Disorder (NPD) itu? Apakah orang Kristen kebal terhadap gangguan kepribadian ini? Mari merenungkan apa adanya diri kita, juga ada apanya diri kita.
Seseorang yang mengalami kecenderungan NPD melihat diri selalu lebih dari yang lain, khususnya tentang pencapaian atau bakat yang melekat. Ia akan mengalami gangguan kepribadian berupa cinta diri yang berlebihan, yang melewati ambang batas kewajaran. Ia memiliki dorongan untuk mencapai kekuasaan karena merasa diri lebih cerdas, lebih mampu, dan lebih-lebih lainnya. Percaya dirinya berlebihan, serta haus akan pujian dan pengakuan. Siapa pun diri kita selama kaki berjejak di tanah, bisa mengalami NPD. Lebih sulit lagi jika kita tidak menyadari bahwa diri kita terkena NPD. Paling parah sebenarnya kita sadar, tetapi menolak bahwa kita terkena NPD.
Yakobus dan Yohanes menginginkan kedudukan di kanan kiri Kristus dalam kemuliaan. Murid-murid lainnya marah, tetapi bukan karena kesadaran bahwa keinginan tersebut salah. Mereka marah karena menginginkan kedudukan yang sama.
Tuhan Yesus memberikan cara pandang yang berbeda bahwa kebesaran dalam Kerajaan Allah justru harus menjadi seorang pelayan. Dia menegur dan memberi teladan melalui diri-Nya yang rela membasuh satu per satu kaki murid-murid-Nya dan mencapai puncak saat rela mati dalam kehinaan di kayu salib (Flp. 2:5-7). Catatan sejarah gereja kemudian merekam bahwa semua murid Yesus mati martir, termasuk Yohanes mati di hari tua dalam pengasingan. Menjadi orang besar ternyata tidak seperti yang mereka pikirkan. Mereka menjadi besar justru karena rela menjadi seorang pelayan sampai akhir hayat. Firman Tuhan tidak pernah mendukung kesombongan atau kecongkakan hidup apa pun bentuknya. Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Ams. 16:18). Ayat emas justru menekankan siapa yang ingin menjadi besar di antara kamu, justru harus menjadi pelayan.
Sobat terkasih, mari menyadari betapa rapuh diri kita. Selama hidup di dunia, kita mutlak bergantung pada anugerah Tuhan. Fokus kita hari ini, apa yang sedang kita banggakan? Kekayaan melimpah? Pengetahuan teologi setinggi langit ketujuh? Kecantikan dan ketampanan? Ingat kecenderungan NPD bisa juga terjadi dalam diri kita. Waspadalah!
Refleksi Diri:
- Apakah ada kecenderungan NPD dialami Anda dan teman atau rekan Anda? Dalam hal apa kecenderungan NPD itu muncul?
- Bagaimana ajaran Yesus untuk menjadi seorang pelayan, Anda terapkan dalam kehidupan keseharian Anda?
