Misi Tersulit Atau Terindah?
Kisah Para Rasul 1:6-11
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
- Kisah Para Rasul 1:8
Saya satu kali menonton film Mission Impossible: The Final Reckoning. Tentu saja sesuai judul filmnya, tugas yang harus diselesaikan oleh Ethan, tokoh utama yang diperankan oleh Tom Cruise, adalah misi yang levelnya sangat sulit. Salah satu hal yang saya cermati dalam film terakhir ini adalah beberapa kalimat dari rekan-rekannya yang mengatakan, “Ethan, hanya kamu yang dapat melakukan ini. Ethan dunia ini bergantung padamu.” Untuk misi menyelamatkan dunia, hanya Ethan seorang yang bisa melakukannya sebab ia memiliki pengalaman dan memahami mengapa banyak peristiwa terjadi. Sekalipun ini hanya film, di kehidupan nyata pun seperti demikian. Untuk melakukan suatu tugas yang penting maka orang-orang hebat dan berpengalamanlah yang akan dipilih.
Misi Tuhan begitu besar, melebihi misi di film Mission Impossible, siapa yang sanggup? Namun, cara Tuhan seringkali berbeda. Orang-orang yang harus mengerjakan misi-Nya adalah para murid-Nya yang berprofesi sebagai nelayan, mantan pemungut cukai ataupun ibu rumah tangga. Tuhan Yesus menyatakan visi-Nya bahwa mereka akan menjadi saksi-saksi-Nya, bukan hanya untuk Israel, tetapi sampai ke ujung bumi. Bayangkan orang-orang sederhana ini ketika mendengar visi tersebut. Ada daerah-daerah yang mereka tidak pernah bayangkan, yang mereka tidak tahu di mana, tetapi sampai ke ujung bumi. Namun dikatakan, mereka akan melakukan semuanya itu kalau Roh Kudus turun. Visi yang diberikan kepada mereka sangat besar, tantangannya juga sangat berat, lalu Yesus sudah naik ke surga, dan Roh Kudus belum turun.
Pertama-tama, mari melihat misi yang begitu indahnya, itu bukan karena kita hebat, tetapi karena misi ini untuk menyelamatkan jiwa seseorang. Roh Kudus akan menyertai kita untuk menyaksikan Injil. Sekalipun tidak semua orang mau mendengar kesaksian Injil, kita harus tetap memberikan kesaksian kita. Mengapa kita disebut saksi? Sebab kita adalah orang-orang yang sudah mengalami Tuhan Yesus di dalam hidup kita. Hebatnya misi ini adalah Tuhan Yesus bukan hanya asal mengutus, tetapi memberikan penyertaan yang setara dengan diri-Nya, yaitu Allah Roh Kudus. Sering-seringlah menceritakan perjalanan iman kita bersama Tuhan kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus.
Refleksi Diri:
- Apa cerita yang mau Anda saksikan kepada orang lain tentang Kristus?
- Siapa orang-orang yang mau Anda ceritakan pengalaman Anda bertemu Yesus? Maukah Anda menceritakannya mulai hari ini?
