Bagikan artikel ini :

Milik Pusaka Tuhan

Mazmur 127:3-5

Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
- Mazmur 127:3

Kisah anak yang dijual oleh ayahnya sendiri di Tangerang tahun lalu sungguh membuat hati kita miris. Sang ayah tega menjual anak kandungnya yang masih berusia sebelas bulan dengan harga lima belas juta rupiah demi dapat bermain judi dan membeli ponsel baru. Bagaimana mungkin seorang ayah tega menjual anaknya sendiri? Bukankah seorang ayah seharusnya menjaga dan melindungi anaknya? Anak seharusnya menjadi harta terbaik yang dimiliki seorang ayah, tidak bisa dibandingkan dengan harta benda apa pun di dunia.

Pemazmur juga menyatakan bahwa anak-anak adalah milik pusaka yang diberikan Tuhan kepada orangtua. Kata “milik pusaka” memakai kata asli Ibrani nachalah yang berarti warisan atau harta yang diwarisi. Jadi, pemakaian kata nachalah mengandung makna bahwa anak sebagai milik pusaka adalah pemberian Tuhan yang paling berharga dan tidak bisa digantikan dengan apa pun. Anak adalah pemberian yang paling indah dan berharga yang Tuhan berikan bagi kita, bagaikan barang pusaka yang perlu dijaga dan dihargai sangat tinggi.

Sebagai barang pusaka yang sangat berharga, kita tidak boleh menyia-nyiakan dan memelihara anak-anak kita dengan sembarangan. Ada tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada orangtua. Di dalam Ulangan 6:6-9, orangtua diminta untuk mewariskan iman kepada anak-anak dan keturunan selanjutnya supaya mereka mengenal siapa Allah yang telah menyelamatkan umat Israel. Orangtua juga harus mendidik anak-anak di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Ef. 6:4). Pesan ini menjadi amanat penting bagi setiap orangtua untuk melakukan yang terbaik dalam hal mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

Saudaraku yang terkasih, marilah kita sungguh-sungguh dalam hal mendidik anak-anak yang dipercayakan Tuhan di dalam kehidupan kita. Hendaklah kita mengajar mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Tentu sebelum kita mengajar dan mendidik anak-anak, kita harus terlebih dulu melakukan ajaran dan nasihat Tuhan, serta menjadi teladan bagi anak-anak kita. Jadikanlah anak-anak kita benar-benar milik pusaka yang paling berharga dan indah di dalam hidup kita.


Refleksi Diri:

  • Bagaimana Anda memperlakukan anak-anak Anda sekarang? Apakah sebagai milik pusaka Tuhan yang dijaga dan dihargai dengan sangat tinggi?
  • Apa teladan ajaran dan nasihat Tuhan yang bisa Anda contohkan kepada anak-anak Anda?