Merasa Ditinggalkan
2 Timotius 4:9-18
Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku — kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka—,
- 2 Timotius 4:16
Salah satu masalah kehidupan manusia yang banyak dikeluhkan adalah merasa ditinggalkan. Ketika berada dalam kondisi baik, semua ada bersama kita, tetapi ketika diperhadapkan dengan masa-masa yang sukar dan kesulitan hidup, tidak banyak orang yang tetap hadir mendampingi kita. Justru yang terjadi kita ditinggalkan, berjuang sendirian. Kita seakan-akan tidak memiliki lagi kekuatan yang dapat menolong kita melangkah melewati hari-hari yang berat. Baik yang usia muda maupun lebih tua, baik yang remaja ataupun dewasa, tidak luput merasakan perasaan ditinggalkan saat menjalani hidup.
Rasul Paulus mengalami perasaan ditinggalkan ketika sedang dipenjara. Ayat 10 mencatat Demas telah mencintai dunia dan meninggalkan Paulus. Bahkan tidak hanya itu, Aleksander, seorang tukang tembaga, banyak berbuat jahat terhadap Paulus (ay. 14). Pada ayat 16 Paulus sampai berkata, “Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun membantu aku, semuanya meninggalkan aku‒” Artinya, tidak ada dukungan yang ia rasakan. Pada saat Paulus membutuhkan dukungan dari orang lain, di saat yang sama tidak ada yang bersamanya. Ia sendirian, merasa ditinggalkan, dan kesepian.
Meskipun demikian, pada ayat selanjutnya kita melihat reaksi yang berbeda yang digambarkan oleh Paulus. Pada ayat 17 tertulis, “tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku.” Tuhan Yesus bukan hanya menemani Paulus di sisinya, Dia juga memberikan dukungan penguatan. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dirasakan oleh Paulus ‒ pengabaian dan perasaan ditinggalkan‒tidak dapat disandingkan dengan kehadiran, pendampingan, dan kekuatan yang Tuhan berikan kepadanya.
Di dalam kehidupan, Anda pasti menemui peristiwa dan pergumulan hidup yang membawa pada perasaan merasa diabaikan dan ditinggalkan oleh orang-orang terdekat. Anda berharap mereka hadir, mendukung Anda pada masa-masa sulit, dan mendampingi pada saat Anda terpuruk. Namun, fakta yang terjadi justru sebaliknya, mereka pergi meninggalkan Anda. Di saat-saat seperti ini, ingatlah satu hal, sama seperti kata Paulus, ada Tuhan Yesus yang tidak pernah meninggalkan Anda. Tuhan selalu mendampingi dan memberikan Anda kekuatan untuk melewati masa-masa sulit, serta menjalani hari-hari yang berat. Camkan satu hal di dalam hati, Anda tidak pernah berjalan sendirian.
Refleksi Diri:
- Kapan terakhir kali Anda merasa diabaikan/ditinggalkan oleh orang-orang yang Anda harapkan ada di saat menghadapi masa-masa sukar?
- Bagaimana Anda disadarkan bahwa Tuhan Yesus selalu setia mendampingi dan memberikan kekuatan?
