Menghujat Roh Kudus: Tidak Ada Pengampunan
Matius 12:28-32
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
- Matius 12:31
Di zaman modern ini, kita sering melihat seseorang menyepelekan dan meremehkan hal-hal rohani. Ia dengan mudahnya mengejek iman Kristen, menolak kebenaran Injil, bahkan menuduh pekerjaan Allah sebagai sesuatu yang jahat. Yesus dalam perikop bacaan mengingatkan tentang dosa yang begitu serius sehingga tidak ada pengampunannya, yaitu menghujat Roh Kudus.
Yesus mengucapkan kata-kata ini setelah orang Farisi menuduh bahwa mukjizat-Nya dilakukan dengan kuasa Beelzebul (Iblis). Mereka melihat dengan mata sendiri karya Roh Kudus, tetapi dengan sengaja menolak dan menyebutnya pekerjaan setan. Inilah bentuk dari menghujat Roh Kudus: penolakan dengan kesadaran, keras kepala, dan dilakukan terus-menerus terhadap karya penyelamatan Roh Kudus dalam Kristus sehingga akhirnya menutup diri dari sumber pengampunan itu sendiri.
Perlu kita pahami, menghujat Roh Kudus bukan sekadar kata-kata kasar atau perbuatan dosa berat. Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali dan Paulus pernah menganiaya jemaat, tetapi keduanya diampuni karena mereka bertobat. Mereka tidak menolak karya Roh Kudus. Orang yang benar-benar menghujat Roh Kudus adalah yang menolak tegas kebenaran Injil, meskipun sudah diyakinkan olehnya. Dosa penolakan karya Roh Kudus bersifat final dan tidak dapat diampuni karena orang yang melakukannya menutup diri secara total dari anugerah Tuhan. Teolog Perancis John Calvin menjelaskan, “Mereka yang menghujat Roh Kudus adalah mereka yang meskipun telah diyakinkan akan kebenaran Injil, tetapi dengan sengaja menyebutnya kebohongan.”
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar jangan pernah mempermainkan karya Roh Kudus, melainkan membuka diri dengan kerendahan hati dan ketaatan agar kita tetap hidup dalam kebenaran Kristus. Karena itu, jagalah hati kita agar tetap lembut terhadap teguran Roh Kudus. Setiap kali firman menegur, bertobatlah segera. Jangan main-main dengan kebenaran Injil. Semakin kita menolak terang Kristus, semakin hati kita mengeras (Ibr. 6:4-6). Ingatlah dalam penginjilan, banyak orang menolak karena belum mengerti. Tugas kita adalah menjelaskan Injil dengan sabar, bukan menghakimi mereka dengan mengatakan mereka sudah menghujat Roh Kudus. Berdoalah agar Tuhan menolong kita memelihara hati supaya tidak mengeraskan diri terhadap karya Roh Kudus. Biarlah kita selalu rendah hati menerima kebenaran-Nya dan hidup setia sampai akhir.
Refleksi Diri:
- Bagaimana Anda bisa membedakan suara Roh Kudus yang menegur Anda‒bukan sekadar perasaan bersalah biasa‒agar Anda tidak terus-menerus menolak pekerjaan-Nya?
- Apa bahaya yang bisa terjadi jika terus-menerus mengeraskan hati terhadap panggilan Roh Kudus untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus?
