Bagikan artikel ini :

Menggunakan Waktu Dengan Bijaksana

Efesus 5:15-21

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
- Efesus 5:15-16

Istilah “YOLO” akronim dari You Only Live Once (Anda hanya hidup sekali) menjadi slogan populer di kalangan generasi muda sejak tahun 2010-an. YOLO mengandung semangat menikmati hidup sebebas mungkin, tanpa menyesalinya, dan sering kali digunakan untuk membenarkan tindakan spontan, ekstrem atau berani, tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Bagaimana konsep YOLO dalam terang firman Tuhan? Apakah sesuai dengan kehendak Allah? Efesus 5:15-16 memberikan wawasan yang kontras. Hidup yang hanya sekali bukan untuk dihabiskan sembarangan, tetapi untuk dijalani dengan hikmat, kewaspadaan, dan takut akan Tuhan.

Bagaimana cara menggunakan waktu dengan bijaksana? Pertama, hidup dengan hati-hati. Rasul Paulus mengajak jemaat Efesus untuk tidak hidup sembarangan. Frasa “perhatikanlah dengan saksama” menggambarkan kesiapan rohani yang penuh kehati-hatian. Seperti seorang pendaki gunung yang berjalan di jalur yang curam, ia tidak bisa sembarangan melangkah. Demikian pula perilaku hidup orang Kristen, harus penuh pertimbangan akan dampak positif atau negatifnya dan kesadaran akan konsekuensi di hadapan Tuhan.

Kedua, hidup dalam hikmat Tuhan, bukan kebebalan. Ayat 15b, “… janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.” Dalam dunia postmodern, banyak orang hidup mengikuti insting, emosi, dan kesenangan sesaat. Paulus menyebutnya sebagai hidup orang bebal. Sebaliknya, orang percaya dipanggil untuk menjadi arif atau bijaksana (sophos), yaitu mengerti kehendak Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Ketiga, memanfaatkan setiap waktu atau kesempatan. Perhatikan frasa “Pergunakanlah waktu yang ada...” di ayat 16a, yang secara harfiah berarti menebus waktu, yaitu membelikembali atau memanfaatkan setiap kesempatan untuk kemuliaan Allah. Alasannya, karena hari-hari ini jahat (ay. 16b). Waktu bukan hanya singkat, tetapi juga krusial, “Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” (Kol. 4:5).

Hiduplah dengan kewaspadaan rohani dengan berpikir kritis dan Alkitabiah di tengah arus informasi dan gaya hidup yang cenderung permisif agar tidak terbawa arus dunia. Belajar menata waktu dengan disiplin, mengutamakan hal-hal yang bernilai kekal seperti ibadah, pelayanan, dan relasi yang membangun, bukan tenggelam dalam kesibukan duniawi yang tanpa makna. Yang terakhir, gunakan setiap kesempatan untuk bersaksi, menyatakan kasih dan kebenaran Kristus di mana pun Anda berada.


Refleksi Diri:

  • Apakah ada kebiasaan Anda yang membuang waktu dengan sia-sia? Bagaimana Anda bisa mulai menebus waktu itu untuk hal-hal yang bernilai kekal?
  • Apa wujud tindakan Anda untuk bisa hidup lebih berhikmat dan tidak terbawa arus dunia?