Bagikan artikel ini :

Mengasihi Tuhan Tapi Sulit Mengasihi Sesama?

Matius 22:34-40

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
- Matius 22:39

Yesus memberikan sebuah intisari dari hukum Taurat, yaitu berbicara tentang kasih kepada Allah sebagai hukum pertama yang sangat penting untuk dilakukan dan kasih kepada sesama manusia sebagai hukum kedua yang tidak kalah pentingnya dengan hukum pertama. Relasi kasih kepada Allah harus diekspresikan melalui relasi kasih kepada sesama sehingga kedua hukum ini saling melengkapi satu sama lainnya.

Teolog R.T. France mengatakan bahwa kasih kepada Tuhan merupakan pengalaman spiritual yang berpusat pada relasi antara diri sendiri bersama dengan Tuhan, tetapi kasih kepada sesama adalah hal praktis dan bersifat sukarela dalam menolong tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Mengasihi Tuhan merupakan hukum pertama, tetapi tanpa hukum kedua, hukum pertama hanya akan meninggalkan tuntutan dari kasih yang tidak cukup dan menyeluruh. Artinya, mengasihi Allah harus dinyatakan melalui tindakan mengasihi sesama. Kenyataannya, saat menjalin relasi dengan sesama terkadang ada hati yang terluka karena ucapan taupun perbuatan yang dilakukan orang lain kepada kita, entah disengaja ataupun tidak. Pada titik ini, muncul pernyataan, “Saya mengasihi Tuhan dengan segenap hati, tetapi jika saya harus mengasihi orang yang melukai saya, tentu ini perkara yang sulit, saya tidak bisa!”

Firman Tuhan berkata, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Sebelum kita belajar mengasihi sesama, patut dipertanyakan, apakah kita telah mengasihi diri kita dengan benar sama seperti Tuhan mengasihi kita? Apakah selama ini kita terlalu keras terhadap diri sendiri? Tuhan mengasihi kita tanpa syarat apa pun, ini adalah anugerah-Nya. Ketika kita sulit mengasihi diri sendiri, membuat kita sulit mengasihi sesama. Ketika kita diperhadapkan dengan tindakan orang lain yang melukai kita, kita akan mulai kecewa dan merasa tersakiti. Pola manusia yang berdosa adalah demikian: kita tersakiti–sulit mengasihi–menyakiti orang lain.

Karena itu, sadarilah hanya kasih Allah-lah yang mampu memulihkan hati yang tersakiti, jiwa yang remuk dan hancur. Hanya oleh kasih Allah kita dimampukan membentuk pola: mengasihi Tuhan–mengasihi diri sendiri–mengasihi orang lain. Berdoa dan mintalah kepada Tuhan untuk memampukan Anda mengasihi orang lain, sama seperti Anda mengasihi diri sendiri.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sudah mengasihi diri sendiri sama seperti Tuhan mengasihi Anda?
  • Apakah Anda sudah berdoa dan meminta Tuhan untuk dimampukan mengasihi orang lain yang pernah melukai hati Anda?