Memuji Di Saat Sulit
Mazmur 34:1-4
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
- Mazmur 34:2
Masalah yang begitu sulit dalam hidup seseorang bisa menimbulkan berbagai respons. Beberapa orang percaya saat menghadapinya malah mundur dari persekutuan dengan Tuhan, meninggalkan saat teduh, tidak mau datang ke gereja, dan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Mereka kecewa dengan keadaan dan berpikir Tuhan tidak peduli kepada mereka.
Berbeda dengan Daud saat berada di salah satu titik terendah dalam hidupnya. Mazmur 34:1 menceritakan kondisi yang sedang dialami Daud: Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi. Di dalam situasi krisis, Daud justru menciptakan pujian dari apa yang dialaminya. Mazmur 34 bukanlah Mazmur ratapan, melainkan Mazmur ucapan syukur. Mazmur yang begitu indah yang lahir dari tempat yang paling tidak indah. Mazmur 34 lahir setelah Daud pergi dari Gat dan ia masih dalam pelarian.
Jika di 1 Samuel 21:12, Daud mengalami situasi yang sangat mencekam, sampai-sampai ia ketakutan sekali, tetapi di Mazmur 34 nuansanya berbeda. Daud dengan sukacita menyatakan bahwa dirinya mau memuji Tuhan pada segala waktu, memuliakan nama-Nya (ay. 2-4). Di saat tidak ada satu tempat yang aman, Daud dapat memuji Tuhan. Pujian ini lahir bukan di dalam ruang ibadah yang tenang, bukan dalam suasana alunan musik yang memberikan kedamaian hati, melainkan dalam situasi paling tidak aman.
Saat menghadapi situasi paling tidak aman, kita perlu memahami dan mengimani bahwa Tuhan berdaulat dan Dia dekat dengan kita, bahkan sangat dekat (Mzm. 34:19). Daud memilih untuk tetap terhubung dengan Tuhan dan pandangannya melihat kembali kepada Tuhan. Daud mengakui semuanya tentang Tuhan, bukan tentang dirinya. Kalau ia bisa lolos dari berbagai hal, bukan karena kehebatan dirinya, melainkan karena pekerjaan Tuhan.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita bahkan dalam keadaan terburuk. Waktu kita berdosa dan menjadi seteru-Nya, Dia tetap hadir. Tuhan Yesus mampu mengubah situasi paling sulit sekalipun sehingga kita bisa tetap memuji-Nya. Waktu Anda sedang dalam masa krisis, jangan tinggalkan persekutuan dengan Tuhan, baik di dalam ibadah komunal ataupun pribadi. Lihatlah kebaikan terbesar di kayu salib yang telah Kristus berikan, kita akan senantiasa memuji-Nya.
Refleksi Diri:
- Mengapa terkadang dalam situasi sulit ada orang percaya yang menjauhkan diri dari persekutuan dengan Tuhan? Bagaimana dengan Anda?
- Apa alasan-alasan Anda dapat tetap memuji Tuhan sekalipun berada dalam situasi yang tidak mudah?
