Bagikan artikel ini :

Membangun Tubuh Kristus

1 Korintus 12:1-11

Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. …. semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
- 1 Korintus 12:7, 11

Sebagai jemaat GII Hok Im Tong, kita bukan sekadar berada di sebuah gereja. Kita adalah bagian dari sebuah gereja. Kalau sekadar berada di gereja, kita tidak akan mempunyai rasa memiliki, tidak juga merasakan kebersamaan, apalagi persekutuan. Kita hanya datang kemudian pergi, tak ubahnya nonton panggung hiburan. Menjadi bagian dari gereja berarti kita memiliki tanggung jawab dan dorongan untuk membangun kemajuan bersama.

Tubuh Kristus bukanlah fisik gedung gereja, melainkan pekerjaan Tuhan yang di dalamnya orang-orang percaya dipakai menjadi rekan kerja-Nya untuk menyatakan karya keselamatan kepada semua orang. Organisasi, denominasi, dan gedung gereja, hanyalah alat-alat-Nya untuk mencapai tujuan tersebut. Karena itu, di dalam tubuh Kristus ada komunitas untuk belajar, bertumbuh, berbuah, juga disiplin gereja untuk menjaga kemurnian dan menghindari perpecahan. Gereja yang sehat nampak dari buah-buahnya yang bukan hanya untuk kalangan sendiri komunitas gereja, tetapi juga untuk dunia sekitar.

Setiap orang Kristen diberikan karunia yang berbeda, tetapi memiliki satu tujuan, yaitu membangun tubuh Kristus. Sekilas ada kemiripan antara karunia dengan bakat dan talenta. Ketiganya mirip, tetapi maknanya berbeda:

(1) Bakat adalah anugerah umum, yaitu kebaikan Allah untuk semua orang. Ada yang berbakat musik, bernyanyi, berbahasa, dan sebagainya. Namun, karena manusia telah tercemar dosa maka bakat yang melekat ini bisa berdampak baik maupun buruk.

(2) Karunia adalah perlengkapan rohani dari Roh Kudus yang diberikan untuk membangun tubuh Kristus. Tidak ada karunia yang berdampak negatif. Karunia diberikan oleh Roh Kudus.

(3) Talenta diambil dari Matius 25:15. Nilai satu talenta sama dengan upah 6.000 hari kerja, sebuah jumlah yang besar. Talenta lebih tepat diartikan sebagai kapasitas. Kita diberi tanggung jawab sesuai kesanggupan kita. Mereka yang diberi banyak, dituntut banyak pula.

Bakat jika digerakkan oleh Roh Kudus akan menjadi karunia untuk membangun, sementara talenta adalah ukuran kapasitas kita untuk bertanggung jawab kepada-Nya. Menghadapi tantangan zaman ini, ternyata tidak sedikit “modal” dari Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Tuhan tidak pernah menuntut kita memberi apa yang di luar kapasitas kita, tetapi kita semua dituntut bertanggung jawab memberikan yang terbaik. Ayo bangun tubuh Kristus!


Refleksi Diri:

  • Apa karunia Roh yang Tuhan berikan kepada Anda? Apakah Anda sudah menggunakannya selaras bakat Anda untuk membangun tubuh Kristus?
  • Apakah Anda sudah memberikan talenta sesuai kapasitas Anda bagi pekerjaan Tuhan?