Memaafkan Dan Menerima Kembali
Filemon 1:8-22
… supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, ...
- Filemon 1:15b-16a
Kitab Filemon merupakan surat yang bersifat pribadi dan sangat khusus jika kita membandingkannya dengan surat-surat Rasul Paulus lainnya. Hal ini bisa dilihat dari kalimat pembuka yang sungguh indah dan menyentuh pada Filemon 1:1, “Dari Paulus, … kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami.”
Perikop bacaan hari ini menyampaikan pesan bahwa Paulus meminta Filemon untuk menerima kembali Onesimus. Paulus juga menuliskan betapa ia mengasihi Onesimus (ay. 13). Kemungkinan besar Onesimus dulu pernah melakukan kesalahan sehingga tidak layak untuk diterima kembali (ay. 18). Menariknya, Paulus juga meminta Filemon untuk menerima Onesimus bukan lagi sebagai seorang hamba/budak tetapi sebagai saudara seiman (ay. 15-16). Ada status relasi yang baru, dari hamba menjadi saudara kekasih dan rekan sekerja Allah dalam pelayanan, sama halnya dengan hubungan persahabatan/persaudaraan antara Paulus dengan Filemon.
Pesan dari surat ini jelas berbicara tentang hakikat pengampunan yang sejati, yaitu sebuah keputusan yang disengaja dengan memberi pengampunan atas perlakuan buruk orang lain yang pernah kita alami. Rekonsiliasi antara Filemon dan Onesimus secara keseluruhan memperlihatkan hal yang indah, yang sejalan dengan pengajaran firman Tuhan, yaitu kabar baik yang ada di dalam Yesus Kristus, tentang keselamatan dan pengampunan, tentang mengasihi dan mengampuni sesama saudara seiman.
Mengampuni dan menerima kembali orang yang pernah menyakiti/melukai hati tentu tidaklah mudah. Secara logika berpikir dan perasaan yang tersakiti, menerima dan mengampuni butuh proses dan waktu. Perikop ini mengajarkan dan mengingatkan kita bagaimana menunjukkan kasih dan pengampunan layaknya Kristus yang telah mengampuni dan menerima kita kembali.
Ketika kita mengambil keputusan untuk melepaskan pengampunan kepada mereka (khususnya rekan kerja ataupun mereka yang bekerja untuk kita) yang sudah merugikan atau melukai kita, serta menerima mereka kembali sebagai saudara yang kekasih, sahabat atau saudara seiman di dalam Tuhan Yesus Kristus maka pada saat yang sama, mereka dapat merasakan kasih Kristus yang terpancar melalui tindakan kasih, pengampunan,dan penerimaan yang kita berikan kepada mereka. Kiranya Roh Kudus menolong dan memampukan Anda untuk mengampuni dan menerima kembali orang-orang yang pernah melukai hati Anda.
Refleksi Diri:
- Siapa orang yang telah melukai hati Anda dan masih sulit bagi Anda untuk melepaskan pengampunan kepadanya?
- Apakah Anda mau mengampuni dan menerima dia kembali sama seperti Kristus menerima Anda?
