Makna Persahabatan
Yohanes 15:9-17
Seorang sahabat (harea) menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara (weah) dalam kesukaran.
- Amsal 17:17
Hari ini mari kita merenungkan tentang makna persahabatan. Memang tidak semua orang bisa menjadi sahabat, tetapi kita hendaklah waspada ada apa dengan diri kita jika kita tidak punya sahabat. Kita juga seharusnya waspada terhadap persahabatan yang justru bisa merusak hidup dan masa depan kita.
Ayat emas membedakan secara bertingkat arti sahabat dan saudara. Kata harea artinya teman atau sesama (friend, fellow) dan kata weah artinya saudara (brother). Beberapa penafsir mengatakan bahwa penulis kitab Amsal sedang teringat akan persahabatan antara Daud dan Yonatan. Ketika Yonatan wafat, Daud meratapinya karena kehilangan sahabat dekat. Mefiboset anak Yonatan (2Sam. 4:4) yang bertubuh cacat dengan kelumpuhan di kakinya, diterima apa adanya oleh Daud. Mefiboset makan semeja dengan raja setiap hari (2Sam. 9:1-13). Hal ini menunjukkan bahwa dalam persahabatan sejati terdapat kasih, pemulihan, kesetiaan.
Apa perbedaan antara kenalan, teman kasual, teman dekat, dan sahabat?
- Kenalan (acquaintance), hubungannya masih awal dengan interaksi yang terbatas.
- Teman biasa (casual friends), interaksinya lebih sering, mungkin karena memiliki hobi dan ketertarikan yang sama, tetapi komunikasi tidak terlalu mendalam.
- Teman dekat (close friends), ada interaksi saling percaya, berbagi suka duka hidup, siap memberikan dukungan saat dibutuhkan.
Bagaimana dengan sahabat? Pastinya lebih dari kenalan, teman biasa ataupun teman dekat, sahabat memiliki hubungan emosional yang sangat kuat, saling mengerti dan menyimpan rahasia. Dua orang yang menjadi sahabat akan menutupi kekurangan sahabatnya, rela berkorban, bahkan mempunyai hubungan seperti saudara sekandung.
Kita bersyukur jika Tuhan pernah memberikan sahabat dalam hidup kita. Jika kita pernah kehilangan seorang sahabat, pasti ada bagian yang terhilang dan kenangan indah terekam yang membuat hati sedih. Namun, di balik kehilangan tersebut ada pembelajaran yang sangat berharga tentang apa makna persahabatan sejati.
Sobat terkasih, yang perlu diingat dan patut kita syukuri terlebih lagi adalah bagaimana Tuhan Yesus telah mengulurkan tangan-Nya dan menjadi sahabat kita. Yesus telah mengasihi kita maka Dia memerintahkan kita mengasihi sahabat. “Orang yang paling mengasihi sahabat-sahabatnya adalah orang yang memberi hidupnya untuk mereka.” (Yoh. 15:13 BIS)
Refleksi Diri:
- Siapa sahabat Anda dalam hidup ini? Jika Anda belum memiliki sahabat, sudahkah Anda membuka diri untuk menjadikan Yesus sahabat sejati Anda?
- Bagaimana wujud kasih Anda kepada sahabat Anda? Apa yang bisa Anda lakukan baginya?
