Low Self Image dan Pertobatan Sejati
Mazmur 51:1-13
Jadikanlah (bārā) hatiku tahir (lev ṭahor), ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh (ruaḥ nākhôn)!
- Mazmur 51:2
Bagaimanakah kita melihat diri sendiri? Kita mungkin merasa ada terlalu banyak cacat cela dalam hidup kita. Kita tenggelam dalam penyesalan dosa, lalu cenderung mengutuk diri sendiri. Benarkah anugerah Allah tidak cukup untuk mengampuni apa yang telah kita lakukan?
Salah satu efek dosa adalah low self image, melihat diri sendiri begitu rendah. Akibatnya, kita dihantui rasa bersalah, kehilangan damai sejahtera, dan sukacita. Ini bukanlah indikasi rohani yang sehat. Memang kesadaran tentang dosa harus tetap ada, tetapi keyakinan bahwa anugerah Tuhan mampu memberi pengampunan akan membawa damai sejahtera dalam hidup mutlak kita sadari dan terima. Dengan kesadaran ini, kita akan dilepaskan dari belenggu rasa bersalah yang menahun.
Apa kata firman Tuhan tentang hal ini? Kata kunci ayat emas adalah bārā’ artinya menciptakan, yang hanya mampu dilakukan oleh Allah. Kata ini digunakan dalam Kejadian 1, saat Allah menciptakan dari ketiadaan. Ayat emas menyatakan bahwa Daud mengakui hatinya perlu dibentuk ulang (dicipta) sepenuhnya oleh Allah.
Kata kunci lainnya adalah lev ṭahor artinya hati yang bersih, murni, tanpa noda. Hati yang bukan sekadar lebih baik, tetapi benar-benar tak bercela. Selain itu, kata ruaḥ nākhôn artinya roh yang teguh, tetap, dan stabil, lawan dari hati yang goyah dan rapuh karena dosa.
Jadi, teks ayat emas dalam terjemahan bahasa Ibraninya secara literal berbunyi demikian: Ciptakanlah hati yang bersih dalam aku, ya Allah, dan perbaharuilah batin yang teguh dalam diriku!
Sobat terkasih, Raja Daud tidaklah hidup tanpa cela sama sekali. Ada banyak hal-hal buruk dan penuh cacat cela dalam kehidupannya. Ayat emas di atas mengingatkan ketika Daud menyatakan pertobatannya yang sejati, dirinya sadar untuk bergantung sepenuhnya kepada anugerah Allah. Jika kita mengaku dosa dengan sungguh-sungguh maka Tuhan akan berlaku setia dan adil. Dia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1Yoh. 1:9). Ingat selalu, pertobatan sejati akan membuahkan damai sejahtera, bukannya membawa hidup yang selalu tenggelam dalam rasa bersalah. Hari ini, marilah kita teguh berpegang pada iman bahwa hanya anugerah Allah yang mampu mengubahkan hidup kita.
Refleksi Diri:
- Apakah ada dosa-dosa masa lalu yang sampai saat ini masih membelenggu dan membuat Anda merasa rendah diri? Apakah Anda mau menerima anugerah Tuhan yang mampu menghapuskannya?
- Apa bukti seseorang melakukan pertobatan sejati? Apakah ada damai sejahtera dan sukacita di dalam hidupnya?
