Layakkah Dia Dihina?
Markus 15:16-20
Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.
- Markus 15:19
Beberapa kasus remaja bunuh diri terjadi hanya karena si korban sering dihina. Hinaan memang punya dampak yang mematikan. Apa hinaan paling menyakitkan yang pernah seseorang terima? Mungkin ia pernah dihina karena bentuk tubuhnya, wajahnya, status ekonominya, IQ-nya, latar belakang keluarganya, dan sebagainya. Hinaan apa pun yang diterima oleh seseorang, akan sangat menyakitkan dan melukai. Bahkan terkadang orang yang menghina berkata bahwa dirinya hanya becanda saja, tetapi orang yang dihina tetap tersakiti hatinya.
Waktu Tuhan Yesus digiring menuju salib, hinaan dan hujatan datang bertubi-tubi dari orang banyak. Dari para prajurit, sampai para pemuka agama. Mereka semua menghina dan merendahkan Yesus. Rasa sakit fisik disalib ditambah dengan berbagai hinaan, sungguh sangatlah buruk. Namun, apakah kita menyadari bahwa hinaan-hinaan tersebut ditujukan kepada satu-satunya Pribadi yang sempurna, yang tidak punya kekurangan, tidak memiliki cacat cela sedikit pun dari diri-Nya. Yesus sebetulnya tidak pantas menanggung semua cercaan dan hinaan tersebut. Akan tetapi, Dia memilih menanggungnya karena dosa kita, supaya kita menjadi mulia dan indah di dalam Kristus.
Selama masih hidup di dalam dunia ini akan selalu ada potensi orang merendahkan dan menghina kita. Namun, ingatlah apa yang Kristus telah lakukan, betapa indahnya kita di dalam Kristus. Jangan balas menghina, mencari-cari kelemahan orang yang merendahkan kita, tetapi berdoalah untuk mereka. Jangan juga terpuruk dan merasa diri kita memang seperti yang diucapkan orang lain. Nilai hidup kita bukan ditentukan oleh perkataan orang, melainkan oleh Kristus. Kita berharga dan indah karena Kristus telah menanggung semua cercaan dan hinaan atas diri kita.
Hati-hati kalau kita juga suka menghina orang lain, jangan merasa diri lebih baik daripada orang lain. Jangan pula merendahkan orang lain, siapa pun Anda. Terkadang saya suka miris melihat orang Kristen dengan entengnya menghina dan merendahkan orang lain. Bukan hanya di dalam perkataan saja, tetapi apakah kita juga seringkali menghina orang di dalam pikiran?
Refleksi Diri:
- Setelah merenungkan kisah Yesus ini, jika Anda dihina, apa yang mau Anda lakukan?
- Apakah Anda mau mengambil komitmen untuk tidak melakukan penghinaan kepada orang lain?
