Bagikan artikel ini :

Konsekuensi Mengikut Yesus

Matius 16:21-28

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
- Matius 16:24

Selama hidup di dunia, kita pasti tidak lepas dari mengambil keputusan. Saat kita mengambil sebuah keputusan akan ada risiko yang mengikat dari keputusan tersebut. Contohnya, keputusan untuk menikah akan ada risiko tanggung jawab seumur hidup sebagai suami, sebagai istri, sebagai ayah atau ibu, dan lain sebagainya.

Demikian pula dalam hal mengambil keputusan mengikut Kristus. Menjadi murid Kristus memiliki risiko, yakni harus berani menyangkal diri dan memikul salib. Apa makna menyangkal dan memikul salib? Apakah hanya berlaku bagi murid-murid Tuhan Yesus saat itu saja? Catatan sejarah menyatakan bahwa hampir semua dari murid Yesus mati sebagai martir. Jika menyimak kalimat perintah dari tata bahasa ayat di atas, ternyata konsekuensi mengikut Kristus juga berlaku bagi kita di konteks zaman sekarang.

Kalimat “mengikut Aku” dalam bahasa Yunani adalah akoloutheito moi. Arti secara gramatikal adalah follow Me atau setiap mereka (murid Kristus) ikutlah Aku selalu. Kalimat ini adalah kalimat perintah yang ditujukan kepada setiap orang yang mengikut Kristus dan memiliki komitmen yang mengikat. Apa komitmennya?

Pertama, menyangkal diri berarti berani mengabaikan keinginan dan kesenangan diri dengan lebih mengutamakan Allah. Selain itu, seorang murid Kristus tidak menjadikan dirinya sebagai pusat, melainkan Allah sebagai pusat dan siap berkorban untuk kepentingan sesama. Kedua, memikul salib berarti rela memikul penderitaan dan kesulitan hidup sebagaimana Kristus memikul salib-Nya saat menuju Golgota. Inilah jalan Tuhan, yaitu jalan salib yang harus diikuti dan dijalani oleh setiap pengikut-Nya yang hidup di zaman ini.

Sobat terkasih, anugerah keselamatan dalam Kristus bukan hanya soal menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, tetapi juga panggilan untuk ketaatan mutlak seumur hidup dan konsekuensi untuk tidak lagi hidup menuruti kepuasan pribadi dan rela mengalami penderitaan. Andai kita mampu bertahan, semua bukan hasil kekuatan kita, melainkan kasih karunia Allah yang ada dalam hidup kita. Mari bersyukur jika kita tetap kuat bertahan selama ini dan ingat selalu untuk terus setia mengikut Tuhan seumur hidup Anda.


Refleksi Diri:

  • Bagaimana komitmen Anda selama ini dalam mengikut Kristus? Sudahkah Anda menyangkal diri dan memikul salib-Nya?
  • Apa tindakan nyata yang Anda lakukan dalam keseharian dari menyangkal diri dan memikul salib?