Kita Ada di Medan Perang
Efesus 6:10-17
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.
- Efesus 6:11
Tahukah Anda negara termuda di dunia? Republik Sudan Selatan. Mereka merdeka 9 Juli 2011 setelah memisahkan diri dari Sudan. Sampai tahun ini berarti mereka sudah lima belas tahun merdeka. Meskipun merdeka, Sudan Selatan dikategorikan sebagai negara termiskin di dunia. Bukan karena tidak punya apa-apa, Sudan Selatan adalah negara yang kaya akan minyak. Mengapa bisa terjadi demikian? Tak lama setelah kemerdekaan, pecah perang sipil yang menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengalami trauma serta kehilangan tempat tinggal. Belum lagi ada pertikaian politik dan konflik etnis. Akhirnya, lebih dari 2,2 juta penduduk Sudan Selatan mengungsi ke luar negeri.
Apa yang salah? Setelah merdeka, mereka malah hidup bukan seperti orang merdeka. Mereka tidak melakukan apa yang paling penting, yakni membangun negara. Perjuangan untuk membangun negara tidak kalah penting dari kemerdekaan itu sendiri. Mereka tidak menyadari ancaman besar akan datang menghancurkan mereka.
Sebetulnya, hal serupa juga sangat mungkin dan sering terjadi pada hidup orang Kristen. Setelah percaya Yesus, mereka tidak menyadari bahwa perjuangan masih berlanjut. Situasi tidak aman-aman saja, si jahat terus mencoba menghancurkan kembali hidup orang percaya. Tidak heran ada orang-orang yang setelah mengaku mengikut Kristus, hidupnya lebih buruk dari sebelum mengikuti Kristus. Hidup mereka jadi batu sandungan dengan hidup di dalam dosa dan menikmatinya.
Karena itu, Rasul Paulus di bagian akhir surat Efesus berkata “akhirnya...” (ay. 10), tetapi dalam terjemahan lain lagi dikatakan “untuk seterusnya”. Jika kita memperhatikan alur surat Efesus ini, pasal 1-3 Paulus menjelaskan tentang karya Kristus dalam kehidupan manusia (kekayaan rohani di dalam Kristus, anugerah Kristus, dan sebagainya), manusia baru, kehidupan orang percaya, lalu terakhir bagian ini. Jadi, apa yang mau disampaikannya? Bahwa setiap pengikut Kristus, tidak terkecuali siapa pun Anda, dipanggil untuk berperang dalam peperangan rohani.
Sebuah artikel membahas masalah ini dengan mengatakan: “Ketika kita mengikuti Kristus, kita mengikuti Dia ke zona perang. “Akhirnya dan sampai seterusnya” pengikut Kristus harus berperang dengan benar, bukannya diam dan terus dikalahkan lagi oleh Si Iblis. Tetaplah berjaga-jaga di dalam doa dan firman, jangan tinggalkan ibadah dan persekutuan dengan saudara seiman, teruslah berjuang, jangan mau dikalahkan si jahat.
Refleksi Diri:
- Apa dosa-dosa yang seringkali membuat Anda terjatuh? Mengapa?
- Apakah Anda mau tetap berjuang di dalam peperangan rohani ini? Apa yang mau Anda lakukan?
