Bagikan artikel ini :

Ketulusan Di Balik Topeng Kesombongan

Yesaya 61:1-3

Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.
- Mazmur 147:3

Sebuah patung marmer di satu taman kota berdiri megah dan anggun. Orang-orang mengaguminya dari kejauhan, tidak menyadari retakan halus yang tersembunyi di baliknya. Retakan tersebut jika tidak segera diperbaiki dapat meruntuhkan seluruh keindahan patung. Demikian pula dengan kesombongan manusia, tampak kokoh dan mengesankan dari luar, tetapi sebenarnya melindungi kepingan hati yang retak.

Kesombongan seringkali menjadi bentuk pertahanan diri yang kita bangun ketika merasa terluka atau tidak aman. Kita meninggikan diri, menjadi arogan atau mencari pengakuan berlebihan untuk menutupi perasaan tidak berharga yang mungkin kita alami.

Yesaya 61 menggambarkan kepedulian Tuhan akan keadaan hati kita. Dia bisa melihat bukan hanya kesombongan yang kita bangun, tetapi juga penderitaan atau luka batin tersembunyi di baliknya. Allah berjanji untuk “merawat orang-orang yang remuk hati” (ay. 1) dan mengubah “abu” kehidupan kita menjadi “perhiasan kepala” (ay. 3). Sebuah transformasi mendalam yang hanya mungkin terjadi ketika kita membiarkan Allah menyentuh area terluka dalam diri kita.

John Calvin mengajarkan mengenai betapa pentingnya pengenalan akan diri sendiri sebagai langkah awal menuju pengenalan akan Allah. Hanya dengan menyadari kelemahan dan keterbatasan kita, kita dapat mulai memahami kebesaran Allah dan kebutuhan kita akan kasih karunia-Nya. Kesombongan bukanlah satu dosa di antara banyak dosa lainnya, melainkan akar motivasi yang mendasari hampir semua bentuk keberdosaan manusia. Ketika kita memahami bahwa sikap sombong kita seringkali adalah respons terhadap luka batin, kita dapat mulai mencari kesembuhan yang sesungguhnya.

Hari ini, Tuhan mengundang kita untuk membuang topeng kesombongan dan membawa luka-luka kita kepada-Nya. Dia tidak akan menertawakan kelemahan dan rasa malu kita. Sebaliknya, dengan lembut Dia akan membalut luka-luka kita dan memulihkan martabat kita sebagai “pohon tarbantin kebenaran” yang dihargai bukan karena penampilan luar, tetapi karena nilai yang diberikan Tuhan kepada kita.

Terbukalah di hadapan Dia hari ini. Biarkan air mata mengalir jika diperlukan. Izinkan Tuhan Yesus menyentuh bagian-bagian tersembunyi yang telah lama Anda lindungi dengan perilaku defensif. Ketika Anda mengalami kasih-Nya yang menyembuhkan, ketulusan akan menggantikan kesombongan, dan Anda akan menemukan kebebasan untuk menjadi diri Anda yang sesungguhnya.


Refleksi Diri:

  • Adakah area kehidupan yang masih Anda tutupi dengan kesombongan karena takut terlihat lemah atau terluka?
  • Apakah Anda siap untuk terbuka di hadapan Tuhan dan mengizinkan Yesus menyembuhkan luka hati Anda yang sebenarnya?