Bagikan artikel ini :

Kesombongan Rohani

Matius 23:1-12

Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
- Matius 23:12

Apakah Anda pernah merasa lebih baik atau lebih rohani daripada orang lain? Mungkin di gereja, Anda merasa lebih pintar dan berpengalaman dalam pelayanan. Atau mungkin di media sosial, Anda mengunggah kegiatan pelayanan Anda untuk menunjukkan kehidupan rohani yang “sempurna”. Namun, tahukah Anda bahwa terkadang menunjukkan kerendahan hati bisa lebih sulit dilakukan daripada kepandaian berbicara tentang firman atau kepintaran dalam melakukan pelayanan? Di dalam dunia yang mengutamakan pujian dan pengakuan, ayat emas mengingatkan kita bahwa kebesaran di mata Tuhan dimulai dengan kerendahan hati. Jadi, apakah kita siap untuk merendahkan diri agar Tuhan meninggikan kita?

Kesombongan rohani seringkali tersembunyi, misalnya merasa lebih rohani karena rajin beribadah atau lebih aktif melayani. Kesombongan rohani sering datang dalam bentuk yang sangat halus, misalnya mencari pengakuan dalam pelayanan atau merasa lebih unggul dari orang lain. Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita lakukan, tetapi juga menguji motif hati kita. Apakah kita melakukan pelayanan untuk memuliakan Tuhan atau untuk mendapatkan perhatian orang lain?

Seorang pelayan Kristus harusnya memiliki kerendahan hati yang tulus, bukan yang palsu. Ia harus memiliki kesadaran bahwa segala yang kita miliki adalah anugerah Tuhan. Ini adalah prinsip yang seringkali terbalik dengan cara dunia mengukur kehebatan manusia. Bayangkan, Tuhan memilih meninggikan orang yang mau merendahkan diri, sebuah prinsip yang benar-benar berlawanan dengan logika dunia. Jika Anda merasa lebih sukses atau lebih rohani dari orang lain, ingatlah: tanpa kasih karunia Kristus, kita tidak akan pernah mencapai apa pun. Kebesaran sejati dimulai dengan kerendahan hati yang tulus.

Kesombongan rohani hanya akan menjauhkan kita dari Kristus, sementara kerendahan hati akan memberi ruang bagi Kristus untuk bekerja dalam hidup kita. Kerendahan hati bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang membuka pintu bagi Tuhan untuk melakukan hal-hal luar biasa dalam hidup kita. Mari kita hidup dengan kerendahan hati karena dalam Kerajaan-Nya, kebesaran dimulai dengan merendahkan diri. Camkan di hati, semakin kita merendahkan diri, semakin Tuhan akan meninggikan kita.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda telah melakukan segala hal dalam hidup Anda untuk memuliakan Tuhan atau lebih mencari pengakuan dan pujian dari orang lain?
  • Apakah Anda siap untuk merendahkan diri dan mengakui bahwa segala yang Anda miliki dan capai adalah anugerah dari Tuhan?