Kesia-siaan Usaha Manusia
Mazmur 127:1-2
Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah‒sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
- Mazmur 127:1-2
Tidak ada manusia yang menginginkan pekerjaan yang dilakukannya menjadi sia-sia. Semua orang menginginkan pekerjaannya berhasil dan berbuah banyak. Mazmur 127:1-2 merupakan sebuah petunjuk dari Tuhan untuk menghasilkan pekerjaan yang berbuah bagi diri kita dan juga sesama.
Kata “sia-sia” dalam ayat emas mempunyai banyak makna, salah satunya bisa berarti tidak berguna. Rumah menjadi tidak berguna bukan hanya karena bangunannya roboh, tetapi bisa juga karena tidak mencapai tujuan dari dibangunnya rumah tersebut, yakni untuk memberikan perlindungan dan tempat berteduh bagi penghuninya. Demikian juga halnya dengan kota. Sebuah kota akan menjadi berguna jika memberi ketenangan, keamanan, bahkan kesejahteraan bagi warga kotanya. Jika hari ini kita melihat banyak terjadi di dalam sebuah kota, ketidakadilan, kejahatan, dan penganiayaan bagi warganya maka kota itu menjadi tidak berguna sesuai fungsinya.
Ayat emas menyampaikan pesan bahwa sia-sialah upaya orang yang membangun rumah dan menjaga kota jika bukan Tuhan yang membangun dan menjaganya. Mengapa demikian? Karena Tuhan tidak dilibatkan dalam pembangunan rumah dan penjagaan kota. Artinya, usaha seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan akan menjadi sia-sia dan tidak menghasilkan apa-apa jika tidak melibatkan Tuhan di dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Mazmur 137:2 memberikan tambahan menarik, yakni usaha kerja keras manusia siang malam akan menjadi sia-sia karena Tuhan justru memberi kelimpahan kepada orang yang dikasihi-Nya pada waktu ia beristirahat (tidur). Apa artinya? Seseorang yang bekerja keras siang malam, belum tentu mendapatkan hasil yang sepadan. Namun, mereka yang beristirahat di malam hari, yakni mereka yang mementingkan mencari hadirat Tuhan di dalam pekerjaannya, justru akan beroleh pemeliharaan Tuhan. Pemazmur hendak menyampaikan pesan, mereka yang menyertakan Tuhan dalam perencanaan pekerjaannya dan mementingkan nilai-nilai kerajaan Allah di dalam pelaksanaannya, akan selalu mendapatkan janji pemeliharaan Tuhan, yakni berupa kecukupan bahkan kelimpahan berkat (berkat rohani ataupun mungkin materi).
Libatkan Tuhan di dalam segala usaha pekerjaaan Anda, sambil mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya di atas segalanya (Mat. 6:33).
Refleksi Diri:
- Apakah Anda pernah menemukan pekerjaan Anda menjadi sia-sia? Apa yang menyebabkan kesia-siaan tersebut?
- Apakah Anda sudah melibatkan Tuhan dan mementingkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam pelaksanaan pekerjaan Anda?
