Kesempatan Hidup
Mazmur 90:3-12
Masa hidup kami tujuh puluh (shibim) tahun dan jika kami kuat, delapan puluh (shemomim) tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
- Mazmur 90:10
Lirik lagu yang dikarang oleh Pdt. Wilhelmus Latumahina ini familier kita nyanyikan: Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia-siakan, apa yang Tuhan b’ri, hidup ini harus jadi berkat. Oh Tuhan pakailah hidupku, selagi aku masih kuat. Bila saatnya nanti, ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat. Menyimak lirik lagu ini, pasti lahir dari perenungan mendalam Pdt. Wilhelmus tentang makna sejati hidup yang ingin beliau isi dengan sesuatu yang bermakna.
Hari ini apakah kita sudah menjadi orang yang kita harapkan? Nampaknya hampir setiap orang sedang menghadapi kenyataan hidupnya masing-masing yang berbeda dengan harapannya. Ada penderitaan, ada kepahitan, ada kesesakan, ada pertikaian, entah ada apa lagi yang berakhiran -an -an yang lainnya. Semua itu bukan harapan kita, tetapi tak bisa disangkali, itulah kenyataan hidup.
Kupas kata dalam bahasa Ibrani yang dipakai pada ayat emas adalah shibim yang artinya tujuh puluh dan kata shemomim yang artinya delapan puluh. Kedua kata itu terkait dengan kata shanah memiliki arti tahun tahun. Mazmur 90:10 menjelaskan usia manusia adalah antara 70-80 tahun. Rentang usia ini bukanlah rata-rata hidup manusia pada masa Mazmur ini dituliskan, tetapi menunjukkan arah harapan ideal untuk hidup. Lebih dari rentang waktu tersebut, akan ada banyak kesukaran dan penderitaan. Semakin tua, tubuh semakin lemah, semakin terbatas. Tidak bisa ke sana sini, tidak bisa lagi makan ini itu, tidak bisa lagi pakai itu ini, dan banyak keterbatasan lainnya.
Penekanan pemazmur adalah di mata Allah, hidup kita ini sangatlah singkat. Ibarat rumput yang tumbuh di waktu pagi dan lisut layu di waktu petang, dibandingkan kekekalan Allah (ay. 4-6). Singkat cerita, kita dari debu akan kembali menjadi debu (Kej. 3:19). Sobat terkasih, mari gunakan waktu yang ada sebaik mungkin. Mintalah anugerah dan pertolongan Tuhan untuk membenahi carut-marut hidup kita. Berdoa bagi kerabat dan teman yang hari-hari ini yang mengalami banyak getir pahitnya kenyataan hidup. Hidup hanya sesaat, gunakan kesempatan hidup yang masih ada untuk menjadi berkat.
Refleksi Diri:
- Apa kenyataan hidup yang sampai saat tidak sesuai harapan Anda? Apakah Anda sudah meminta anugerah pertolongan Tuhan?
- Bagaimana Anda ingin mengisi kesempatan hidup yang masih ada?
