Kepo Maksimal
2 Tawarikh 27, 2 Raja-raja 15:36-38
Orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain adalah seperti orang yang menangkap telinga anjing yang berlalu.
- Amsal 26:17
Sekilas membaca kisah Yotam yang pendek, hanya seperti catatan kaki yang berlalu begitu saja. Namun, ketika kita membaca bagian paralel dari kisah ini dalam 2 Rajaraja 15:36-38 dan mengetahui konteksnya, kita akan melihat bagaimana tindakan Yotam sangatlah bijaksana dan patut diteladani.
Ayat 2 Raja-raja 15:37 mencatat bahwa Tuhan menggerakkan Rezin, raja Aram, dan Pekah bin Remalya, raja Israel Utara untuk menyerang Yehuda Selatan. Mengapa mereka melakukan penyerangan tersebut? Pada saat itu, kerajaan Asyur yang berada di timur laut melakukan ekspansi besar-besaran yang membuatnya makin lama makin kuat. Ia menjadi kerajaan adidaya yang menguasai hampir seluruh daerah Timur Tengah kuno. Sasaran Asyur berikutnya adalah Israel Utara dan Aram yang terletak di sebelah utara Yehuda Selatan. Itulah sebabnya, dalam ketakutan terhadap Asyur, kerajaan Israel Utara dan Aram membentuk aliansi untuk menghentikan ekspansi Asyur. Mereka kemudian mengajak Yehuda Selatan untuk bergabung dengan aliansi tersebut.
Apa yang Anda lakukan jika Anda menjadi Yotam, raja Yehuda Selatan? Apakah Anda akan berpihak kepada Israel Utara dan Aram atau kepada Asyur? Jawabannya, tidak duaduanya! Selain karena Tuhan melarang umat-Nya untuk mengandalkan aliansi dengan kerajaan-kerajaan penyembah berhala, juga karena Yotam tahu bahwa berada di posisi nonblok atau netral adalah hal yang paling bijaksana. Tidak perlu kita melibatkan diri dalam konflik orang lain. Kalaupun harus terlibat, entahkan sebagai mentor atau pendamai, kita harus dapat menjaga netralitas bak negara Swiss, dan tidak berpihak kepada salah satu kubu. Itulah yang dilakukan Yotam dan akibatnya Israel Utara dan Aram mulai mencari gara-gara dengannya. Yotam akhirnya harus fokus untuk memperkuat kerajaannya dengan bersandar kepada Tuhan.
Bagaimana dengan kita? Tidak diajak pun, kita justru kepo maksimal dan ikut campur urusan orang. Lebih bodohnya lagi, kita menunjukkan keberpihakan yang membuat kita dimusuhi salah satu pihak. Yotam memberikan kepada kita suatu teladan untuk tidak terlibat dalam gosip-gosip yang tidak penting dan konflik orang lain. Kalaupun harus terlibat, kita harus berusaha netral. Jangan seperti orang yang kurang kerjaan. Daripada kepo urusan orang lain, mari kita berfokus untuk berbenah diri.
Refleksi Diri:
- Apakah Anda sering terlibat dalam konflik dengan orang lain, entah di keluarga besar, pekerjaan, gereja atau persahabatan? Apakah Anda melibatkan diri secara sengaja? Mengapa Anda melakukannya?
- Apakah Anda pernah diminta untuk menjadi pendamai suatu konflik? Apakah Anda berhasil bersikap netral atau malah menunjukkan keberpihakan? Apa akibatnya?
