Kekuatan di Dalam Kristus
Filipi 4:9-13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
- Filipi 4:13
Hidup sering kali diperhadapkan pada situasi yang penuh tantangan, tekanan, dan keterbatasan. Ketika pekerjaan tak kunjung berhasil, sakit melemahkan tubuh atau masalah keluarga menguras emosi, kebanyakan orang mencari kekuatan dari kekayaan, kedudukan atau dukungan manusia. Akan tetapi, semua itu tidak pernah benar-benar cukup. Dalam kondisi seperti ini, kita sering berkata, “Aku tidak sanggup lagi.” Rasul Paulus dalam perikop bacaan menunjukkan kepada kita sebuah rahasia rohani yang luar biasa. Di dalam penjara ia justru bersaksi, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (ay. 13).
Kata “dapat kutanggung” atau ischyo dalam bahasa Yunani bisa berarti mampu, memiliki kekuatan, sanggup bertahan. Paulus tidak berkata ia kuat dengan sendirinya, melainkan ia merasa kuat karena “di dalam Dia”. Kristus adalah sumber kekuatannya. Konteks pasal 4 berbicara tentang rahasia mencukupkan diri (ay. 11-12), baik dalam kelimpahan maupun kekurangan. Ayat ini bukanlah janji untuk meraih semua keinginan kita, tetapi kuasa untuk bertahan dan tetap setia dalam segala situasi. Martin Luther menegaskan, “Kristus adalah kekuatan orang percaya; ketika kita kosong, Dia memenuhi; ketika kita lemah, Dia menguatkan.” Jadi, iman bukan menambah tenaga manusia, melainkan menyalurkan kuasa Kristus ke dalam kehidupan kita, orang percaya.
Seorang pendaki gunung yang kelelahan tidak akan mencapai puncak hanya dengan tekad, ia membutuhkan tali yang kuat dan teman yang menopang. Tanpa semua itu, ia akan jatuh. Demikian pula kita yang tidak bisa menghadapi beratnya hidup hanya dengan motivasi diri, kita perlu Kristus yang menopang, yang menjadi tali pengikat keselamatan kita.
Kekuatan sejati bukanlah berasal dari diri sendiri, melainkan dari Kristus yang memberi kemampuan untuk menghadapi segala keadaan. Inilah panggilan bagi kita, bukan hanya untuk bertahan dalam penderitaan, tetapi juga untuk hidup dalam kemenangan yang hanya mungkin diraih ketika kita bersandar penuh kepada Kristus. Apa pun kesulitan Anda hari ini‒ekonomi, kesehatan, relasi‒tetaplah ingat bahwa Anda tidak berjalan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan kuasa Kristus yang tidak terbatas. Biarlah kita selalu berdoa dan mengandalkan Yesus. Akuilah bahwa kita sering merasa lemah dan tak sanggup. Bersandarlah penuh kepada-Nya dalam segala keadaan.
Refleksi Diri:
- Dalam hal apa Anda paling sering mengandalkan kekuatan sendiri, bukan kekuatan Kristus?
- Bagaimana Anda dapat melatih diri untuk lebih bersandar kepada Kristus ketika menghadapi kesulitan hidup?
