Kasih Karunia dan Pengampunan
Efesus 2:1-10
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
- Efesus 2:8-9
Suatu ketika, ponsel saya mengalami error sehingga layarnya sering bergerak sendiri (ghost touch) dan sulit dikendalikan. Ponsel tersebut terkadang bisa membuka aplikasi sendiri tanpa saya sentuh, sulit untuk menuliskan pesan kepada seseorang. Saya akhirnya memutuskan untuk tidak memakai ponsel tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Namun, pada saat saya pulang ke Lampung dan mampir ke sebuah kios servis ponsel di suatu mal, saya minta diperbaiki layarnya. Ternyata, layar ponsel tersebut sebagian sudah terlepas dan perlu dilem saja. Saya lalu mengganti tempered glass (pelindung layar) dan membeli casing baru, serta memasangkannya. Luar biasa, ponsel yang tadinya sudah tidak mau dipakai, menjadi seperti baru lagi dan dapat berfungsi normal.
Kehidupan kita juga seperti ponsel tersebut. Akibat dosa–hidup di dalam hawa nafsu dan menuruti kehendak nafsu daging dan pikiran yang jahat–kita ada di bawah murka Allah (ay. 1-3). Tak ada satu pun yang bisa menolong kita karena dosa begitu mengikat dan membelenggu. Bersyukur kita tidak selamanya berada di bawah murka Allah. Ayat 4-6 mengajarkan kita: Pertama, Allah kaya dengan rahmat. Di dalam keputusasaan manusia terhadap dosa, Allah hadir menyelamatkan dengan belas kasihan-Nya kepada kita. Allah tidak membiarkan ciptaan-Nya yang termulia binasa untuk selama-lamanya. Kedua, Allah memberi kehidupan yang baru. Allah telah “menghidupkan” kita kembali dengan menebus kita dari hukuman kekal melalui kematian Kristus Yesus. Kita seharusnya tergantung di atas kayu salib, tetapi karena besarnya kasih Allah terhadap kita, Dia menggantikan kita dengan Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus untuk menanggung hukuman tersebut. Ketiga, Allah memberi tempat di sorga. Ini adalah janji bagi setiap orang yang mau percaya dan menaruh keyakinan di dalam Kristus Yesus. Keselamatan kita adalah cuma-cuma (gratis, berasal dari kata Latin gratia yang berarti anugerah) karena didasarkan pada iman kepada Yesus Kristus dan bukan pada perbuatan baik kita.
Saudara-saudara yang terkasih, bersyukur kita telah diselamatkan atas kasih karunia dan pengampunan Allah. Marilah menghargai pengorbanan Kristus dengan hidup taat pada firman-Nya dan tidak terus hidup di dalam dosa dan kejahatan. Jadilah murid-murid Kristus yang setia dan memuliakan Allah.
Refleksi Diri:
- Bagaimana kebenaran-kebenaran akan kasih karunia Allah di atas bisa menyakinkan iman percaya Anda kepada Kristus?
- Apa wujud syukur yang ingin Anda nyatakan sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan Kristus di kayu salib?
