Bagikan artikel ini :

Karena Bisa Dirasakan

Mazmur 34:8-11

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
- Mazmur 34:9

Jika Anda diceritakan seseorang tentang makanan yang enak, “Wah, makanan di tempat itu rasanya luar biasa! Mencium aromanya saja sudah terasa nikmatnya. Setiap suapan terasa sangat enak. Bumbunya pas, termasuk penyajiannya jempolan!” Anda mungkin akan terkagum, tetapi hanya sebatas bisa membayangkannya. Anda tidak pernah melihat langsung bagaimana penampilan makanan yang diceritakan, aromanya, rasanya karena lidah Anda belum pernah mencicipinya sedikit pun. Cerita bagaimana menariknya makanan tersebut seakan percuma karena Anda belum pernah mencobanya.

Daud mengajak orang-orang untuk merasakan dan melihat kebaikan Tuhan dalam situasi apa pun yang dialami. Ia berkata di ayat emas, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” Ini luar biasa! Daud tidak sedang mengajak kita hanya mengetahui tentang Tuhan, tetapi ia sedang mengajak kita merasakan semua kebaikan Tuhan. Artinya, kebaikan Tuhan itu sesungguhnya sesuatu yang nyata, bukan khayalan, ada bersama-sama dengan kita, serta bisa kita lihat dan rasakan.

Kecaplah dan lihatlah kebaikan Tuhan adalah sebuah ajakan sebab setiap umat Tuhan pasti merasakan kebaikan Tuhan. Namun di dalam situasi krisis, fokus kita seringkali pada pahitnya hidup. Kita memandang kebaikan Tuhan itu hambar sebab kita tidak mau merasakannya. Banyak kebaikan Tuhan yang akhirnya kita lewatkan, tidak lagi kita perhatikan. Setiap kali mengingat anugerah di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita sedang menikmati dan merasakan kebaikan terbesar dari Tuhan. Sesuatu yang tidak pernah kita bisa dapatkan dengan cara apa pun, tetapi diberikan, nilainya tidak terhingga, indahnya tidak dapat dibandingkan dengan apa pun juga.

Salah satu hal yang saya lakukan ketika mengalami ketakutan atau menghidupi situasi yang begitu sulit, sampai-sampai seringkali saya merasa murung dan susah hati adalah mengingat semua kebaikan Tuhan dan menuliskan semuanya itu. Awalnya terasa lambat, tetapi satu demi satu Tuhan tunjukkan, bahkan sampai sulit untuk berhenti menuliskannya. Betapa mengagumkan ternyata kebaikan Tuhan. Kebaikan-Nya terlampau banyak, melampaui segala kesulitan yang saya hadapi. Situasi Anda mungkin berat, sangat berat, tetapi ada kebaikan Tuhan dan Tuhan mau kita merasakannya kembali.


Refleksi Diri:

  • Apa yang biasanya Anda lakukan saat merasa hidup ini terasa pahit?
  • Apakah Anda sudah mencoba mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan di masa lalu? Tuliskan semua kebaikan Tuhan yang Anda lihat dan rasakan!