Bagikan artikel ini :

"Kalau Aku Nakal Lagi, Aku Janji Lagi"

2 Tawarikh 19:4-11

Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
- Matius 3:8

 

Pernahkah Anda mendengar kalimat ini: “Aku janji tidak akan nakal lagi. Kalau aku sampai nakal lagi, aku janji lagi”? Kalimat ini biasanya ditulis di bagian belakang truk-truk besar. Saya pikir, inilah yang kadang menjadi cara kita hidup sebagai orang Kristen. Kita jatuh ke dalam dosa, kemudian kita bertobat dan berjanji tidak akan mengulanginya. Namun, bukannya berjuang melawan dosa tersebut, lagi-lagi kita jatuh! Lebih-lebih lagi kalau kita sengaja membawa diri ke dalam pencobaan yang membuat kita jatuh ke dalam dosa. Doa kita mirip sekali dengan kata-kata ini: “Tuhan, aku janji tidak akan berbuat dosa lagi. Kalau aku sampai berdosa lagi, aku janji lagi.”

 

Melalui kisah yang kita baca hari ini, kita melihat teladan pertobatan Yosafat. Sesudah ditegur oleh Yehu, bukan hanya menyesali perbuatannya, ia secara pribadi mengadakan kunjungan ke daerah-daerah untuk mengingatkan rakyatnya agar berbalik kepada Tuhan (ay. 4). Karena aliansi yang sebelumnya dilakukannya dengan Ahab yang menyembah berhala, sangat mungkin penyembahan berhala tersebut masuk ke Yehuda Selatan. Itulah sebabnya ia berusaha untuk mengembalikan rakyat kepada penyembahan yang benar. Semua ini menunjukkan bahwa pertobatan Yosafat tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi ia benar-benar berjuang untuk membuktikannya dengan perbuatan.

 

Hal seperti inilah yang dimaksud Tuhan Yesus dalam ayat emas. Entah berapa banyak orang Kristen yang gagal menghasilkan buah sesuai pertobatannya. Setiap minggu kita pergi ke gereja selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada perubahan. Yang bertumbuh bukan buahnya, melainkan kesombongan rohaninya.

 

Apa yang harus kita perbuat jika kita ingin sungguh-sungguh berubah? Pertama, pilihlah satu dosa favorit yang ingin kita hentikan. Cukup satu saja. Jangan terburu-buru untuk menangani semua dosa sekaligus karena akan menjadi terlalu berat bagi kita dan berakhir dengan janji-janji kosong. Kedua, berdoalah, “Tuhan, aku bertekad selama setahun ini akan menyelesaikan dosa ini. Berilah aku kekuatan.” Tentukan sendiri jangka waktu untuk Anda bergumul melawan dosa tersebut. Ketiga, setiap sebelum tidur, ingatlah apakah Anda jatuh ke dalam dosa di hari itu dan berdoalah mohon ampun jika gagal serta kekuatan untuk menjadi lebih baik di esok hari.


Refleksi Diri:

  • Seberapa terikat Anda dengan dosa-dosa favorit Anda? Seberapa serius komitmen Anda untuk membereskan dosa-dosa tersebut?
  • Apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga komitmen tersebut?