Jauh Dari Kriteria Layak
Markus 2:13-17
Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai (telonai) dan orang berdosa (hamartolos) makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
- Markus 2:15
Setiap kita tentu punya batasan dengan siapa kita bergaul. Biasanya tanpa disadari, kita telah membuat kriteria tersendiri mengenai siapa kawan-siapa lawan, siapa kerabat dekat-siapa tukang debat.
Kali ini, coba pikirkan siapa diri kita sehingga bisa masuk kriteria menjadi sahabat dekat Allah? Ternyata kita semua tidak ada yang masuk kriteria tersebut, bahkan sangat jauh dari kriteria layak, apalagi bisa semeja perjamuan dengan-Nya. Apakah kita sadar atau tidak? Kita mungkin merasa sudah masuk kriteria tersebut karena hidup dalam kesalehan semu atau karena jabatan rohani yang bertahun-tahun telah kita jalani atau karena ratusan buku teologi yang telah kita pelajari. Mari sadar diri, ternyata kita tidak ada yang masuk kriteria layak di hadapan Tuhan, siapa pun kita.
Kata kunci dari ayat emas dalam bahasa Yunani adalah telonai artinya para pemungut cukai (tax collectors) dan hamartolos artinya orang-orang berdosa (sinners). Para “pemungut cukai” sangat dibenci orang-orang Yahudi karena mereka hidup dari memeras penghasilan masyarakat yang disetorkan kepada pemerintah Romawi. Sementara “orang-orang berdosa” merupakan eufemisme atau bahasa halus yang dipakai untuk merujuk kepada pelacur dan wanita-wanita malam. Kehidupan mereka sangat kontras dengan kehidupan seorang nabi Allah yang hidup dalam kekudusan dan menjauhi orang-orang yang berpotensi membawa kecemaran.
Namun, Tuhan Yesus melihat mereka dari sudut pandang yang berbeda. Anugerah Allah justru diberikan kepada mereka yang menyadari betapa tidak layak dan sangat jauh dari kriteria kesalehan. Allah justru mengasihi orang-orang yang sadar diri, yang tidak melihat diri sendiri selalu lebih baik. Firman Allah berbicara bagaimana Tuhan datang mencari manusia yang terhilang, bukan upaya manusia yang mencari Tuhan yang menghilang.
Sobat terkasih, hanya oleh kemurahan Tuhan kita ada sampai hari ini karena kita semua bukanlah orang yang masuk kriteria layak. Buang sikap bersungut-sungut melihat orang lain diberkati Tuhan karena kita pun seharusnya tidak masuk kriteria tersebut. Bersyukur jika kita dapat mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus dengan damai sejahtera Kristus yang melingkupi hidup.
Refleksi Diri:
- Bagaimana Anda selama ini memandang diri di hadapan Tuhan? Seberapa layak Anda menganggap diri Anda?
- Apa wujud syukur Anda kepada Allah yang telah mencari Anda dan memberikan anugerah sehingga dilayakkan menjadi sahabat-Nya?
