Bagikan artikel ini :

Janji Tinggal Janji

Markus 14:26-31

Tetapi dengan bersungguh-sungguh Petrus berkata: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.”
- Markus 14:31a

Anda mungkin pernah bertemu orang yang berjanji untuk melakukan sesuatu, tetapi kemudian ia melupakan janjinya. Anda pun berkata, “Janji tinggal janji deh..” Rasanya mengesalkan bukan ketemu orang yang tukang janji, tetapi tidak pernah ditepati. Omongannya seringkali meyakinkan, tetapi pada kenyataannya tidak ada kata-katanya yang ditepati. Nah, kalau sekarang ditanyakan balik kepada Anda, apakah Anda termasuk seorang tukang janji atau bukan? Berapa sering Anda berjanji dan mana yang lebih banyak: Anda menepati atau mengingkarinya? Hal ini termasuk di dalam relasi kepada Tuhan. Seringkali seseorang membuat janji dengan Tuhan, entah janji mau pelayanan, janji mau meninggalkan dosa atau yang lainnya. “Saya janji tidak akan melakukannya lagi, Tuhan”, tetapi janji tinggal janji.

Rasul Petrus pernah memberikan pernyataan yang luar biasa, “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” (ay. 29). Pernyataannya terdengar sangat gagah. Petrus seolah-olah berjanji akan berdiri membela Tuhan Yesus walaupun sampai harus seorang diri. Sekalipun Yesus sudah mengingatkannya, Petrus malah tetap ingin membuktikan diri. Bahkan ia sampai mengatakan kalimat yang lebih dahsyat lagi, “Sekalipun aku harus mati bersamasama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” (ay. 31a). Nyawa pun Petrus janji akan berikan. Akan tetapi, kita tahu pada akhirnya, janji tinggal janji. Petrus gagal membuktikan semua perkataannya. Ia gagal di momen paling penting.

Janganlah kita mudah berjanji, yang tidak bisa kita tepati. Janji diucapkan bukan berdasarkan kekuatan kita. Kita manusia yang lemah, seringkali tidak bisa menepati perkataan kita. Kita perlu hidup dengan bersandarkan kekuatan Tuhan, jangan sok-sokan ingin membuktikan diri. Ketika kita bisa menepati sesuatu yang kita janjikan, ingatlah itu bisa terwujud karena kekuatan Tuhan. Jangan pula kita sombong sampai berkata, “Kalau saya berjanji, tidak ada yang pernah saya ingkari.” Ingat, hanya Tuhan saja yang tidak pernah mengingkari janji-janjiNya. Tuhan telah menyatakan janji-Nya akan menyelamatkan manusia yang berdosa dan Dia memenuhinya dengan sempurna. Karena itu, ingatlah selalu akan janji Tuhan, jangan asal buat janji.


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda termasuk orang yang mudah mengingkari janji? Mengapa?
  • Apa yang mau Anda lakukan supaya hidup benar di hadapan Tuhan, tanpa menjadi orang yang hanya bisa berjanji saja?