Bagikan artikel ini :

Jangan Sekali-kali Bersumpah

2 Tawarikh 36:11-19; Yehezkiel 17:11-21

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah… Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
- Matius 5:34a, 37

Zedekia adalah raja terakhir di Yehuda. Pada zamannya, kerajaan Babel datang dan meluluhlantakkan kerajaan yang telah berdiri lebih dari 400 tahun ini. Ini sangat aneh, karena Zedekia sebenarnya adalah raja boneka yang diangkat oleh sang raja Babel sendiri, Nebukadnezar. Jadi, apa yang diperbuatnya sehingga menyebabkan Nebukadnezar begitu marah, sampai-sampai membantai rakyatnya habis-habisan (2Taw. 36:17)?

Tentu jawabannya karena Zedekia tidak taat kepada Tuhan. Namun, penulis Alkitab memberikan sebuah keterangan spesifik, yakni bahwa Zedekia “memberontak terhadap raja Nebukadnezar, yang telah menyuruhnya bersumpah demi Allah” (2Taw. 36:13). Sumpah yang dimaksud adalah sumpah setia yang diikrarkan seorang raja boneka, yakni Zedekia, kepada Nebukadnezar yang mengangkatnya, bahwa ia akan setia dan tidak memberontak. Akan tetapi, bukannya memegang perjanjian tersebut, Zedekia malah berencana untuk mengkhianati Babel dan menyerang diam-diam dengan meminta pertolongan ke Mesir (Yeh. 17:15). Tidak heran Nebukadnezar menjadi marah dan menghabisinya.

Rupanya bukan hanya Nebukadnezar yang marah, Tuhan pun menjadi marah! Yeremia 17:15-19 menuliskan nubuatan tentang Tuhan menghukum Zedekia habis-habisan dan nubuatan ini tergenapi dalam 2 Tawarikh 36:17-19. Aneh, bukan? Yang dikhianati adalah Nebukadnezar, raja Babel penyembah berhala yang juga pernah dihukum Tuhan karena kesombongannya (Dan. 4), tetapi kenapa Tuhan yang marah? Jawabannya karena Zedekia “memandang ringan kepada sumpah dan mengingkari perjanjian” (Yeh. 17:18). Menganggap enteng sumpah yang diikrarkan atas nama Tuhan sama dengan memandang enteng Tuhan, bahkan meskipun sumpah itu diucapkan kepada orang yang di luar Tuhan.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus melarang kita bersumpah. Ia tahu bahwa kita manusia adalah makhluk yang tidak setia dan ingkar janji, sama seperti Zedekia. Janji nikah untuk mencintai dalam suka duka sering kita langgar ketika sedang marah. Sumpah hipokrates entah berapa kali dilanggar oleh dokter-dokter kemaruk. Bahkan hal sesederhana seperti janjian bertemu saja, kita sering tidak tepat waktu. Di dalam kekristenan, janganlah mengucapkan sumpah demi apa pun, Tuhan tidak berkenan atasnya. Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak!


Refleksi Diri:

  • Apakah Anda pernah mengingkari janji, entah besar atau kecil atau bahkan Anda malah telah bersumpah? Apa keadaan yang membuat Anda sampai mengingkari janji tersebut? Mengapa?
  • Bagaimana integritas Anda dalam perkataan dan janji Anda? Apa langkah praktis yang dapat Anda lakukan untuk tidak mengingkari janji dan selalu mengatakan kebenaran?