Bagikan artikel ini :

Jangan Melupakan Jasa Ibu

Amsal 23:22-25

Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau, dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua.
- Amsal 23:22

Kita tentu pernah mendengar kisah Malin Kundang, sebuah cerita rakyat dari Sumatera Barat. Diceritakan bahwa Malin Kundang dilahirkan dan dibesarkan di tengah keluarga miskin di sebuah desa. Setelah ayahnya meninggal, Malin Kundang dan ibunya, Mande Rubayah, hidup susah dan serba kekurangan. Melihat kondisi ini, Malin Kundang memutuskan untuk pergi merantau. Akhirnya, dengan kerja kerasnya, ia menjadi seorang kaya raya dan menikah dengan seorang wanita bangsawan.

Suatu ketika, kapal Malin Kundang yang megah berlabuh di kampung halamannya. Saat itu juga, sang ibu yang sangat merindukan Malin Kundang datang dan hendak memeluk anaknya. Namun, Malin Kundang merasa malu dan ia pun menyangkal kalau nenek tua miskin itu adalah ibunya. Ia lalu mengusir ibunya dengan berkata, “Wanita tidak tahu diri! Sembarangan saja mengaku sebagai ibuku.” Malin Kundang bahkan menambahkan, “Ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan hartaku.” Melihat perlakuan anaknya tersebut, sang ibu berdoa supaya Tuhan menghukum anaknya yang sudah durhaka terhadap dirinya. Saat itu juga, tiba-tiba terdengar badai dahsyat, kapal Malin Kundang tenggelam dan ia sendiri berubah menjadi batu.

Kisah Malin Kundang ini merupakan sebuah peringatan bagi kita supaya tetap menghormati ibu sampai akhir hayatnya. Amsal 23:22 memberikan peringatan yang sama bahwa kita tidak boleh menghina orangtua, termasuk ibu kita yang sudah berumur. Kita harus tetap menghargai ibu kita yang sudah sangat berjasa di dalam hidup kita. Kita semua dikandung oleh ibu selama sembilan bulan dan pada masa itu tentu ada banyak kesusahan yang dialami oleh ibu kita. Setelah melahirkan kita, tugas seorang ibu bukan berarti selesai. Ia harus mengurus dan memelihara kita sedemikian rupa dari bayi sampai besar. Betapa besar jasa seorang ibu bagi kita.

Jangan melupakan jasa ibu kita. Bersyukurlah memiliki ibu yang pasti sudah memberikan segalanya bagi kita. Ibu selalu berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi kita. Jangan melupakan ibu kalau kita sudah sukses. Bahkan ada yang menyatakan bahwa doa ibulah yang bisa menghantar anak-anaknya menuju kesuksesan.


Refleksi Diri:

  • Apa saja jasa-jasa yang telah ibu Anda lakukan bagi diri Anda? Bagaimana Anda ingin menghargai dan menghormatinya?
  • Apa doa yang bisa Anda panjatkan kepada Tuhan Yesus bagi ibu Anda?