Jangan Lupa Anugerah-Nya
Yehezkiel 43:13-27
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
- Kolose 1:21-22
Sudah berapa lama Anda menjadi orang Kristen? Masih ingatkah bagaimana Anda dapat menjadi Kristen? Mungkin ada pengaruh dari keluarga, teman ataupun pasangan Anda. Namun, ingatkah Anda ketika menjadi seorang percaya, ini terjadi semata-mata karena anugerah di dalam Yesus Kristus? Mengapa kita membahas ini di awal? Karena seiring berjalannya waktu dan kehidupan kita sebagai seorang percaya, kita bisa lupa akan anugerah Tuhan di dalam Yesus Kristus. Bisa saja kita sekarang merasa memang cukup layak untuk diterima oleh Tuhan sebagai anak-anak-Nya.
Apa hubungannya dengan Yehezkiel 43 ini? Jika kita memperhatikan perikop bacaan hari ini, Tuhan menunjukkan secara detail bagaimana orang Israel harus membangun mezbah dan tata cara dalam mempersembahkan korbannya. Saat Anda membaca bagian ini, mungkin Anda berpikir, kok Tuhan ribet amat sih? Itulah mengapa di awal renungan ini kita membahas tentang anugerah Tuhan yang tidak boleh dilupakan. Semua aturan tersebut harus dilakukan oleh bangsa Israel karena manusia yang berdosa tidak bisa berhadapan dengan Allah yang Mahakudus. Karena itu, semua yang Allah katakan pada bagian itu, hanya karena kemurahan yang Tuhan nyatakan. Tuhan berinisiatif memberikannya kepada orang Israel, supaya mereka dapat tetap berhubungan dengan-Nya.
Puji Tuhan, kemurahan Allah tidak sampai di situ. Kita yang hidup di masa sekarang, masih dapat diterima dan diakui sebagai anak-anak-Nya. Caranya, hanyalah melalui Kristus. Tanpa pengorbanan Kristus, tidak mungkin ada penerimaan sejati di hadapan Allah. Itulah yang Rasul Paulus katakan di ayat emas bahwa hanya karena pengorbanan Kristus, kita didapati tidak bercacat dan kudus di hadapan Tuhan.
Ingatlah selalu saat Anda menjalani hidup sebagai orang percaya, semuanya hanya karena anugerah Allah. Bukan hanya mengingat, tetapi menghidupi iman Anda dengan sungguhsungguh. Praktikkan iman Anda dalam Kristus dengan cara setia mengikuti ibadah hari Minggu, jangan datang terlambat, dengarkan firman dengan seksama, jangan sibuk dengan ponsel Anda, berdoalah untuk orang-orang yang belum mendengar Injil.
Refleksi Diri:
- Apa yang Anda rasakan ketika Anda mengingat kembali anugerah di dalam Yesus Kristus?
- Apakah ada cara hidup Anda yang selama ini kurang menghargai anugerah Allah?
