Bagikan artikel ini :

Jangan Gentar

Yeremia 1:17-19

Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!
- Yeremia 1:17

Belakangan ini muncul penghargaan-penghargaan yang ditujukan kepada orang atau daerah tertentu yang bisa mencegah atau tidak melakukan korupsi. Sekilas penghargaan ini tampaknya luar biasa, tetapi kalau dipikir-pikir lagi, ada yang janggal. Bukankah kalau ada pemerintah daerah atau pejabat yang tidak melakukan korupsi, memang sudah seharusnya demikian? Mereka memang seharusnya bekerja dengan jujur dan berintegritas, tidak perlu diberi penghargaan. Jika diberi penghargaan anti korupsi, orang akan berpikir, pejabat atau daerah tertentu yang tidak korupsi itu langka. Kesimpulannya, korupsi adalah lumrah. Bisa dibayangkan betapa luar biasanya perjuangan orang-orang yang berintegritas untuk tidak korupsi sepeser pun, di tengah-tengah orang yang melakukannya. Ketika semua orang melakukannya, untuk mencari aman saja sangat sulit dilakukan.

Situasi genting seperti ini juga dihadapi oleh Nabi Yeremia. Bangsa Israel sedang tidak baik-baik, mereka melakukan yang jahat di mata Tuhan. Kebenaran yang mereka anut, bukan berdasarkan firman Tuhan lagi. Dalam situasi anomali, Yeremia harus memberitakan kebenaran kepada mereka. Sungguh bukan usaha yang ringan. Usaha yang bisa mengancam kenyamanan dirinya dan keselamatannya. Namun, Tuhan berkata kepada Yeremia supaya tidak gentar dan menyampaikan perkataan Tuhan kepada mereka tanpa dikurang-kurangi. Ini berarti teguran yang keras, hukuman atas dosa-dosa mereka, hal-hal yang membuat kuping panas. Apa yang Yeremia lakukan pasti penuh dengan pergumulan dan tantangan, tetapi Tuhan berjanji akan menyertainya.

Kita hidup di tengah zaman yang menganggap kebenaran itu sangat relatif. Sebagai anak-anak Tuhan, kita bisa saja terseret arus dunia atau mungkin malah tidak peduli sama sekali, meskipun tahu ada yang salah. Kita akhirnya lebih mementingkan kenyamanan pribadi. Ingat sekali lagi, kita diselamatkan oleh Kristus, supaya hidup di dalam kebenaran Kristus. Hidup kita diarahkan untuk menyatakan kebenaran. Sekalipun terkadang penuh risiko, tetapi jangan gentar. Jika Anda pejabat, embanlah tugas dengan takut akan Tuhan. Jika Anda pengusaha, jangan main sogok sana sogok sini. Jika Anda pelajar, jangan cari joki untuk mengerjakan tugas-tugas Anda. Katakan salah yah salah, benar yah benar. Jangan getar, Tuhan Yesus selalu menyertai dan menguatkan Anda.


Refleksi Diri:

  • Apakah ada kebenaran yang sering Anda kompromikan di dalam kehidupan sehari-hari Anda?
  • Apa tantangan paling berat untuk menyatakan kebenaran di posisi Anda sekarang? Apa yang Anda lakukan agar tetap teguh berdiri menyatakan kebenaran?