Bagikan artikel ini :

Jangan Degil!

Markus 3:1-6

Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya …
- Markus 3:5a

Kisah-kisah konspirasi yang diceritakan dalam sejarah dapat membuat kita heran, “Kok bisa yah, ada rancangan seperti itu untuk menjatuhkan seorang pemimpin?” Lebih mengherankan dan miris lagi jika konspirasinya terjadi di dalam gereja. Mereka yang mengaku anak Tuhan, tetapi hati mereka merancangkan sesuatu yang jahat kepada sese- orang yang satu gereja.

Sama mengherankannya seperti orang-orang di bait Allah, mereka yang bergelar pemimpin rohani, tetapi tingkah lakunya sungguh jahat. Mereka berada di sana sedang menantikan Yesus berbuat pelanggaran (ay. 2). Mereka bukannya berdoa, mendengarkan firman atau bersukacita ketika Yesus menolong yang kesulitan, tetapi malah mencari-cari kesalahan orang lain. Para pemimpin agama ini melihat Yesus sebagai musuh, sekalipun yang dilakukan-Nya amatlah baik. Sampai-sampai Yesus berdukacita karena kedegilan hati mereka dan Dia marah (ay. 5). Degil sama dengan keras kepala, tidak peduli, artinya mereka tidak mau memiliki kerendahan hati. Yesus tahu isi hati mereka, sekalipun diceritakan pada perikop ini mereka hanya diam saja. Akhir dari kisah ini lebih tragis, mereka melanjutkan dengan merancangkan pembunuhan Yesus (ay. 6).

Janganlah kita menjadi seperti orang-orang dalam kisah ini. Mereka yang doyannya mengkritik orang lain di gereja. Mereka iri melihat keberhasilan pelayanan orang lain dan tinggi hati karena merasa pelayanan mereka adalah yang terbaik. Mereka bukan orang yang mencari solusi, tetapi yang memecah belah. Jagalah hati Anda ketika melontarkan sebuah kritik, apakah motivasi Anda tulus dan murni? Atau Anda ingin menjatuhkan seseorang karena menganggap tidak cocok dengan Anda?

Biarlah kita ada di dalam gereja dengan hati yang tulus, jangan sampai memiliki nafsu untuk menjadi yang paling didengar dan diperhatikan. Bersukacitalah ketika ada orang-orang di dalam gereja yang mendapatkan apresiasi karena kesetiaannya dalam melayani. Ingat, kita adalah orang-orang yang tidak sempurna, yang sebenarnya tidak layak di hadapan Tuhan. Hanya karena Kristus yang sempurna, kita menjadi layak di hadapan Tuhan. Gereja tentu perlu masukan-masukan untuk pembangunan gereja, mari dengan kasih dan hikmat kita dapat menyampaikannya, supaya nama Tuhan saja yang semakin dipermuliakan, bukan kita.


Refleksi Diri:

  • Bagaimana sikap yang baik dalam menyampaikan masukan kepada saudara seiman di dalam gereja?
  • Apa yang mau Anda lakukan supaya dapat membantu perkembangan gereja?