Jalan Menurun Atau Menanjak?
Lukas 2:1-7
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
- Lukas 2:6-7
Kadang ada orang-orang yang begitu arogan dalam perdebatan. Mereka berkata, “Kamu gak tau siapa saya? Kamu cari gara-gara sama orang yang salah!” Ia mau menunjukkan dirinya punya kekuasaan sehingga orang lain harus tunduk kepadanya. Dunia penuh dengan orang yang tinggi hati, mungkin kita termasuk di antaranya sebab orang tinggi hati seringkali tidak menyadari dirinya tinggi hati. Jika kita merasa lebih tinggi daripada orang lain, kita akan mudah meremehkan orang-orang yang secara status ekonomi, pendidikan, jabatan, lebih rendah daripada kita. Kita juga akan menjadi penjilat kepada orang-orang yang kedudukannya lebih tinggi daripada kita.
Mari kita belajar kerendahan hati dari Tuhan Yesus. Sejak lahir, Yesus memilih tempat yang begitu sederhana, tempat yang dihindari orang-orang untuk melahirkan seorang anak. Kita tidak bisa memilih tempat di mana kita lahir, tetapi Tuhan Yesus bisa menentukan di mana Dia akan lahir. Yesus memilih untuk dilahirkan di tempat yang hina, bukan istana ataupun rumah mewah, padahal Dia Raja atas segala raja.
Tuhan Yesus pemilik segala-galanya. Tidak ada yang lebih tinggi daripada-Nya di sepanjang sejarah dunia, dan tidak akan ada yang pernah, sebab Dia adalah Tuhan. Namun, jalan yang diambil oleh-Nya adalah jalan kerendahan hati. Jalan menurun Tuhan Yesus bukan hanya di dalam kelahiran-Nya, tetapi di dalam pelayanan-Nya, bahkan di dalam penderitaan dan kematian-Nya. Jalan yang begitu rendahnya, sekalipun kalau Yesus mau, Dia bisa menunjukkan segala kekuasaan-Nya.
Siapa pun Anda, mari hidup dalam kerendahan hati layaknya Yesus. Jangan jadi orang yang sok dan ingin menunjukkan siapa diri Anda. Ingat, kita ini orang berdosa, pada dasarnya orang yang paling menjijikkan, tetapi dalam anugerah Tuhan kita diselamatkan. Jadi, jangan sombong. Tidak usah berusaha mencari pengakuan orang sebab pengakuan sangat bisa menjadi ilusi. Orang bisa hanya bermanis mulut memuji dan mengakui Anda, tetapi di dalam hatinya siapa yang tahu. Tidak usah pusing kalau pekerjaan dan pelayanan Anda tidak mendapat pujian. Tidak perlu menceritakan segala pencapaian Anda, supaya orang tahu dan memuji diri Anda. Tetaplah rendah hati dengan memandang terus kepada Kristus. Biarlah orang tahu bahwa Anda adalah anak Tuhan.
Refleksi Diri:
- Dalam hal apa Anda sering tergoda untuk menunjukkan siapa diri Anda?
- Apa yang mau Anda lakukan, supaya tetap hidup di dalam kerendahan hati?
