Jadilah Kuat
2 Timotius 2:1-13
Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
- 2 Timotius 2:1
Tantangan dunia ini bagi orang percaya memang tidaklah mudah. Menghidupi Injil dan memberitakannya pastilah banyak tantangannya. Rasul Paulus pun menyadarinya sejak awal. Timotius yang sudah belasan tahun mengikuti Paulus juga banyak menyaksikan bagaimana sulitnya ia melayani. Menjadi seorang Kristen yang benar, bukanlah sesuatu yang mengenakkan. Begitu banyak penderitaan yang harus mereka alami. Karena itu, Paulus mengatakan kepada Timotius, “Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.”
Paulus seringkali berkata keselamatan diperoleh hanya karena kasih karunia. Ia sebetulnya bukan hanya bicara soal keselamatan, tetapi bagaimana menghidupi keselamatan dan menjalani hidup sebagai orang percaya juga adalah kasih karunia Tuhan. Sebuah kombinasi menarik Paulus katakan kepada Timotius, “Jadilah kuat oleh kasih karunia Kristus.” Ia tidak berkata, “Jadilah kuat karena pengetahuanmu,” “Jadilah kuat karena pengalamanmu,” atau “Jadilah kuat karena koneksimu.”
Paulus berkata di 2 Korintus 12:10, “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Paulus tidak menyangkal dirinya punya kelemahan. Dunia bisa melemahkan dirinya, tetapi ia tidak akan mundur dan menjadikannya alasan. Justru dalam kelemahannya ada kasih karunia Tuhan yang menjadi sumber kekuatannya. Itulah yang Timotius perlukan untuk menjadi kuat sehingga tetap bisa menghidupi Injil dan menginjili hidup.
Orang sering bicara, “Bisa karena biasa.” Kalau melihat saya 15-20 tahun yang lalu, tidak pernah ada yang percaya saya bisa berdiri untuk berkhotbah. Saya orangnya gugupan, badan saya lemah dan akan bergetar dengan sendirinya saat berdiri di depan banyak orang. Namun, sekarang saya sudah tidak bisa menghitung berapa banyak saya telah berkhotbah dan berdiri di hadapan jemaat. Apakah saya bisa karena terbiasa? Bukan, hanya kekuatan kasih karunia Tuhan saja. Saya bersyukur bisa merayakan kelemahan saya, sekaligus merayakan kasih karunia Tuhan.
Jangan takut kalau Anda memiliki kelemahan. Jangan takut kepada dunia sebab kasih karunia Tuhan akan menopang Anda. Jangan jadikan kelemahan Anda alasan untuk tidak berkarya bagi Tuhan. Bersandar dan bermegah di dalam kasih karunia Tuhan untuk terus menyaksikan Kristus di dalam hidup Anda.
Refleksi Diri:
- Apa kelemahan yang Anda miliki dalam hal menghidupi Injil dan menyaksikan tentang Kristus?
- Dengan adanya kekuatan dalam Kristus, apa yang mau Anda lakukan untuk terus menghidupi Injil dan menyaksikannya?
