Iman DI Tengah Penderitaan
Markus 5:21-34
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
- Markus 5:34
Apa perasaan paling kuat yang dirasakan seseorang ketika diperhadapkan dengan sakit tertentu? Biasanya jawaban yang sering ditemukan adalah rasa takut. Salah satu ketakutan terbesar manusia adalah kematian. Saat diperhadapkan dengan sakit penyakit, bahkan kematian, seseorang akan menyadari keterbatasannya sebagai manusia. Sebagai seorang Kristen, kita juga tidak lepas dari penderitaan, pergumulan, sakit penyakit dan kelemahan tubuh. Kita membutuhkan pertolongan yang datangnya dari Tuhan Yesus, Sang pemilik hidup. Yesus adalah sumber pengharapan yang dapat memulihkan penderitaan hidup manusia termasuk dari sakit penyakit.
Ada dua kisah ditemukan di perikop bacaan, yakni anak Yairus yang sedang sakit dan hampir mati, serta seorang perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun. Kita akan fokus membahas perempuan yang sakit pendarahan. Perempuan itu sudah berulang kali diobati, hartanya sudah habis, tetapi ia tak kunjung sembuh. Dalam keputusasaannya, ia mendengar tentang Yesus. Perempuan itu berkata, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh,” seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia sembuh dari penyakitnya (ay. 28-29). Iman perempuan ini menyembuhkannya. Yang menarik, di ayat 33-34 dituliskan, “Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya…” tetapi Yesus dengan kasih-Nya berkata “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Perempuan itu datang dengan ketakutan, tetapi Yesus datang memberikan kelegaan atas apa yang menjadi beban hidupnya dan ia disembuhkan dari sakitnya. Perempuan itu bahkan bukan hanya disembuhkan, tetapi juga menerima kasih dan penerimaan yang tulus dari Yesus. Yesus mengubah ketakutan perempuan itu menjadi sukacita sehingga imannya dikuatkan. Walaupun awalnya ia mencari Yesus untuk kesembuhan fisik saja, tetapi ia mendapatkan lebih dari apa yang diharapkan. Bukan hanya kesembuhan jasmani, tetapi juga kesembuhan rohani, yaitu imannya diteguhkan dan kasih Yesus dinyatakan.
Hendaklah kita mencari Tuhan dengan sungguh, bukan hanya mencari pada saat butuh saja. Di tengah penderitaan, pertama-tama carilah Tuhan karena Dia, Allah yang dapat kita percayai. Semakin kita dekat dengan Tuhan dan memahami firman-Nya, semakin kita akan mengenal Allah, maka iman kita akan semakin kuat dan kokoh walaupun sedang di tengah penderitaan.
Refleksi Diri:
- Siapa yang lebih dulu Anda cari ketika menghadapi penderitaan, misalnya sakit penyakit atau kesulitan hidup? Apakah Anda pertama-tama mencari Yesus?
- Apakah iman Anda lebih diteguhkan atau menjadi goyah saat mencari Tuhan dengan sungguh di tengah penderitaan?
