Hilangnya Ketakutan
Mazmur 34:5-7
Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
- Mazmur 34:5
Siapakah yang tidak pernah takut? Situasi di dalam dunia ini seringkali membuat kita takut. Apa yang kita lakukan saat takut? Saat ketakutan mencengkeram dan menguasai, kita seringkali menjadi sangat tidak berdaya, tidak mampu melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Saya berjumpa dengan beberapa jemaat yang begitu tangguh imannya, setia melayani, tetapi sewaktu menghadapi masalah yang begitu berat dan menceritakannya, ada nuansa ketakutan menyelimuti mereka.
Daud yang begitu terkenal dengan kisah kepahlawanannya melawan Goliat, memiliki iman yang luar biasa. Waktu semua orang ketakutan, hanya Daud seorang yang berani. Namun, orang yang sangat beriman dan berani tersebut, pernah mengalami ketakutan luar biasa. Daud berada dalam posisi terjepit, di antara dua musuh. Satu musuh adalah Saul yang bernafsu membunuhnya, sedangkan musuh lainnya adalah Daud berada di daerah musuh yang mengenalinya. Akibatnya, dikatakan Daud sangat ketakutan (1Sam. 21:12).
Lagi-lagi kita perlu melihat apa yang Daud nyanyikan di Mazmur 34:5, “Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.” Sikap hati Daud berubah, ia dilepaskan dari ketakutannya. Apakah Saul menjadi mundur mengejarnya? Justru Saul tidak mengendurkan pengejarannya, ia malah menggila. Akan tetapi, mengapa Daud tidak dikuasai ketakutan? Dikatakan “Tuhan yang melepaskan dari segala kegentarannya”. Ini bukan potensi dari dalam diri Daud, bukan keberanian yang muncul tibatiba, tetapi datang dari Tuhan sewaktu Daud memandang kembali kepada-Nya. Hanya Tuhan yang dapat memberikan ketenangan dan melenyapkan ketakutan.
Waktu kita memandang Kristus, melalui karya-Nya di salib, Dia telah mengenyahkan ketakutan terbesar kita, yaitu maut. Di dalam dunia ini pasti akan ada banyak hal yang bisa membuat kita takut dan gentar, tetapi kita bisa memperoleh ketenangan kembali di dalam Dia. Jemaat yang saya ceritakan di awal renungan ini, memang sewaktu mengalami beban berat, ada rasa takut yang tampak dalam diri mereka. Namun, mereka beberapa waktu kemudian bisa berkata, “Saya akan hadapi semuanya bersama Yesus.” Raut wajah dan sikap mereka sangat berbeda, sekalipun situasi tidak selalu berubah lebih baik.
Refleksi Diri:
- Apa situasi yang pernah membuat Anda ketakutan sekali? Bagaimana respons Anda saat itu?
- Mengapa hanya di dalam Kristus, Anda akan bisa dilepaskan dari ketakutan yang sedang dihadapi?
