Hati Seorang Hamba
Matius 20:20-28
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
- Matius 20:26b
Pada tahun 1800-an, seorang ratu Inggris yang sangat berkuasa, yakni Ratu Victoria, pernah melakukan kunjungan rahasia ke rumah seorang rakyat biasa. Hujan turun ketika pelayan rumah itu membawakan payung dan mengantar sang ratu pulang dengan menggunakan keretanya. Yang mengejutkan, sang ratu berdiri dan menunduk mengucapkan terima kasih. Sontak pelayan itu menangis, bukan karena takut, tetapi karena tak menyangka seseorang yang begitu tinggi mau menghormati dirinya yang begitu sederhana. Apabila kehadiran sang baginda dunia kepada rakyat biasa sudah begitu menyentuh, bagaimana dengan Raja segala raja yang rela hadir bagi manusia berdosa?
Dalam Matius 20, murid-murid sempat berebut posisi, siapa yang paling hebat di antara mereka. Namun, Yesus membalikkan cara pandang mereka yang berpusat pada kedudukan. Yesus berkata, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.” Perkataan Yesus ini bukanlah perkataan kosong. Dia sendiri memberi contoh melalui tindakan dan perbuatan-Nya. Pada hakikatnya, hati seorang hamba bukan soal posisi, tetapi soal sikap. Yesus tidak menuntut dilayani, tetapi siap melayani. Dia tidak mencari panggung, tetapi rela mengangkat orang lain. Hati seorang hamba bukan berarti lemah, tetapi justru kuat karena tidak tergantung pujian atau pengakuan. Pengkhotbah John Stott pernah berkata, “Kebesaran Kristen bukan ditentukan oleh seberapa banyak orang yang melayani kita, tapi oleh seberapa banyak kita melayani orang lain.”
Rindukah Anda untuk memiliki sikap hati seorang hamba? Dari mana Anda bisa mendapatkan sikap hati seperti ini? Sikap hati seorang hamba tidak dapat lahir dari usaha mandiri manusia. Sikap hati hamba hanya bisa lahir dari kedekatan dengan Kristus. Ketika Anda menyadari betapa Kristus telah melayani kita semua dengan kasih-Nya yang tanpa syarat, hati Anda akan terdorong melayani bukan karena kewajiban, tetapi sebagai respons syukur dan terima kasih atas kasih-Nya.
Mari kita meneladani sikap hati hamba yang telah Yesus tunjukkan melalui keseharian-Nya. Inilah yang Yesus teladankan dan inilah yang Dia minta dari kita untuk dilakukan mulai hari ini dan untuk seterusnya: Hati seorang hamba.
Refleksi Diri:
- Apakah selama ini Anda melayani sesama dengan ketulusan hati atau masih mengharapkan pengakuan/penghargaan dari orang lain?
- Dalam hal apa Anda perlu belajar lebih rendah hati dan punya hati seorang hamba seperti Yesus?
