Bagikan artikel ini :

Harta Dan Makna HIdup

Pengkhotbah 5:7-19

Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan (osher) dan harta benda (nekec) dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya‒juga itu pun karunia Allah.
- Pengkhotbah 5:18

Bagaimanakah kita menempatkan harta dan kekayaan saat Tuhan memberikan itu semua dalam hidup kita? Apakah melalui harta kekayaan kita bisa menemukan makna hidup sejati? Jika Tuhan memberikan harta dan kekayaan melimpah dalam hidup kita, apa tujuan Tuhan mengizinkan itu semua?

Raja Salomo adalah salah seorang di sepanjang sejarah dunia yang diizinkan Tuhan memiliki kekayaan berlimpah ruah. Salomo menyatakan pendapatnya tentang harta dan kekayaan yang ia tuliskan di dalam kitab Pengkhotbah, khususnya pasal 5 ini.

Ayat emas menggunakan kata osher artinya kekayaan (riches) dan nekec artinya harta (wealth). Kedua kata ini digunakan mengacu pada kehidupan Salomo yang membuat dan memiliki banyak emas dan perak sama seperti banyaknya batu (2Taw. 1:15). Tuhan memberikan kepada Salomo harta dan kekayaan yang berlimpah berkat dari usaha jerih payahnya. Harta tidak datang begitu saja dengan kita duduk santai dan tiduran sepanjang hari, melainkan perlu diusahakan. Jika kita berhasil mendapatkan dan mengumpulkan harta, itu adalah karunia Tuhan semata bukan hasil usaha kita.

Sayangnya, Salomo juga melihat orang-orang yang tidak diberi kuasa menikmati kekayaannya. Ibarat mengejar angin, ia akan menuai badai kesia-siaan. “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia” (ay. 9). Orang seperti ini, seluruh hidupnya hanya dipakai untuk mengejar kekayaan. Lebih parahnya lagi, harta yang dikumpulkan justru dinikmati oleh orang lain (Pkh. 6:2).

Apa pun yang kita miliki adalah pemberian Tuhan yang patut kita syukuri. Jika kita telah memiliki kekayaan, janganlah kita tamak dengan harta. Jika kita tidak memiliki harta, janganlah terobsesi menjadi kaya, cukupkanlah dengan apa yang ada pada diri kita.

Sobat terkasih, makna hidup sejati tidak ditemukan pada kekayaan yang berhasil diperoleh seseorang. Makna hidup sejati hanya dapat ditemukan dalam hidup yang takut akan Tuhan. Di luar takut akan Tuhan, kekayaan kita akan menjadi sia-sia. Sebaliknya, dengan hidup mengikuti rencana Tuhan, kita akan menyadari bahwa segala kekayaan kita hanyalah titipan Tuhan yang bisa pakai untuk memuliakan nama-Nya.


Refleksi Diri:

  • Bagaimana pandangan Anda selama ini mengenai harta dan kekayaan? Apakah Anda menemukan makna hidup sejati melalui kekayaan Anda?
  • Apakah Anda mau hidup dalam takut akan Tuhan dan mengikuti rencana-rencana-Nya? Apa wujud nyata sikap ini yang bisa Anda praktikan dalam keseharian?