Bagikan artikel ini :

Dua Peser

Markus 12:41-44; Lukas 21:1-4

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
- Markus 12:43

Satu lagi pengajaran Tuhan Yesus tentang persembahan, dibahas dari bagian firman Tuhan hari ini. Kita akan membahasnya dengan melihat tiga perbandingan yang cukup kontras.

Dua status yang berbeda. Bagian ini menempatkan dua perbandingan kontras. Pertama, golongan orang-orang kaya. Mereka pastinya orang terpandang, dari penampilannya saja menunjukkan bahwa mereka bukan orang biasa-biasa. Kedua, seorang janda miskin. Status janda pada masa itu adalah status yang dipandang sebelah mata. Sudah janda ditambah miskin lagi sehingga hidupnya benar-benar memprihatinkan.

Dua jumlah persembahan yang berbeda. Orang-orang kaya memberikan persembahan dalam jumlah yang besar. Kita tidak tahu jumlahnya berapa, pastinya jumlahnya banyak. Namun, kita tidak pernah tahu berapa banyak kekayaannya, sehingga sangat mungkin hidupnya masih aman-aman saja karena hartanya pasti masih banyak. Lalu persembahan janda tersebut hanya dua peser. Berapa banyak persembahan ini? Sangat sedikit. Upah kerja sehari pada masa itu adalah satu dinar. Satu peser itu 1/128 dinar, jumlahnya sangat kecil sekali. Persembahan receh.

Dua nilai berbeda di hadapan Tuhan. Di mata manusia tentu saja yang membuat orang kagum adalah orang-orang yang memberikan persembahan begitu banyaknya. Sayangnya ada orang-orang di dalam gereja yang memberikan penghormatan berlebihan kepada pemberi persembahan terbesar. Perhatikan apa yang Yesus ajarkan. Di mata Yesus, janda miskin tersebut memberikan lebih banyak daripada persembahan orang-orang kaya tersebut sebab ia memberikan semua yang ada padanya. Janda miskin memberikan nilai yang maksimal, maksudnya ia dalam segala keterbatasannya, tetap memberikan yang terbaik dari yang
dimilikinya.

Jika kita perhatikan, tidak pernah diceritakan bagaimana kelanjutan hidup janda miskin ini setelah memberi persembahan. Apakah akhirnya ia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya lagi, lalu terlantar, kelaparan dan mati? Saya yakin level pemeliharaan Tuhan tidak serendah itu. Saya juga yakin, persembahan yang si janda berikan bukan yang pertama kalinya. Ia pasti sudah merasakan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya. Pemberiannya menunjukkan iman yang luar biasa. Setiap pemberian kita kepada Tuhan seharusnya berasal dari hati yang tulus dan dengan iman percaya akan pemeliharaan-Nya.


Refleksi Diri:

  • Apakah selama ini Anda memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan?
  • Apakah ada sikap hati Anda yang perlu dikoreksi dalam memberikan persembahan?