Dipilih Untuk Mengerjakan Keselamatan
Filipi 2:12-16
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu (katergazomai) dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.
- Filipi 2:12
Kalau kita telah memiliki iman bahwa anugerah di dalam Tuhan Yesus Kristus pasti membawa keselamatan kekal, lalu apa yang menjadi tanggung jawab kita? Kalau kita telah dipilih Tuhan menjadi bagian dari Kerajaan Allah, lalu apa yang bisa dikerjakan sebagai orang pilihan-Nya?
Menjadi orang yang terpilih bukan berarti menjadi sosok orang yang kebal terhadap dosa dan memiliki karakter bak jelmaan malaikat. Selama hidup di dunia, kaki kita masih berjejak di tanah yang terkutuk. Kita akan selalu diperhadapkan pada perjuangan melawan berbagai keinginan daging, entah dari dalam diri kita sendiri ataupun dari arus zaman yang melawan prinsip hidup orang percaya.
Mari kita fokus pada frasa “kerjakan keselamatanmu” di ayat emas. Kata ini dalam bahasa Yunani adalah katergazomai yang memiliki makna to work out bukan to work for. Artinya, kita diminta tetap mengerjakan sesuatu karena keselamatan yang telah diberikan, bukan mengerjakan sesuatu agar beroleh keselamatan.
Apa yang harus kita kerjakan sebagai tanggung jawab kita yang telah diselamatkan?
(1) Sadar diri bahwa kita tetap rapuh dan lemah, bisa jatuh dalam dosa. Namun, Allah selalu siap menopang dan tetap menjamin keselamatan kita. Sebagai orang pilihan, kita harus menghargai anugerah yang diberikan Tuhan dengan tidak bermain-main terhadap dosa (Rm. 5:8-9).
(2) Rendah hati dan bersandar penuh pada pertolongan dan kekuatan dari Tuhan. Sadarilah, kita seringkali putus asa dengan dosa tertentu yang menjadi kelemahan kita (Flp. 4:13).
(3) Berpegang pada pemeliharaan Allah memampukan kita melalui penganiayaan, penderitaan ataupun pengajaran yang sesat. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu di dalam hidup kita (Rm. 8:28, 35).
Sobat terkasih, sebagai orang yang sudah dipillih, marilah kita bertekun, bekerja, berjuang memberikan yang terbaik untuk Tuhan sesuai tanggung jawab, peran, dan kapasitas yang diberikan kepada kita. Ingatlah, apa yang kita tabur akan kita tuai. Selama masih ada kesempatan, taburlah perbuatan dan pekerjaan baik karena Tuhan itu adil. Keadilan Allah tidak mengurangi kasih Allah, demikian juga kasih Allah tidak akan mengurangi keadilan Allah.
Refleksi Diri:
- Apakah Anda telah menerima anugerah keselamatan yang Tuhan Yesus tawarkan? Jika sudah, bagaimana Anda akan mengerjakan keselamatan Anda?
- Apa peran dan kapasitas yang Tuhan sudah berikan kepada Anda? Bagaimana Anda dapat memaksimalkannya untuk melakukan pekerjaan baik?
