Dibaptis Untuk Memiliki Hidup Yang Baru
Roma 6:1-14
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
- Roma 6:3-4
Pada masa kini, muncul beberapa ajaran sesat yang melanda kekristenan. Salah satunya adalah ajaran hyper grace, yang menekankan kasih karunia secara ekstrim dan menyatakan bahwa semua dosa masa lalu, sekarang, dan yang akan datang sudah diampuni sepenuhnya sehingga kita tidak perlu lagi memohon ampun akan dosa-dosa kita dan kita tetap bisa hidup di dalam dosa.
Ajaran serupa pernah muncul di dalam jemaat Roma. Untuk membela sebagian orang percaya yang hidup di dalam dosa, mereka memberikan alasan bahwa Tuhan sungguh baik dan pasti akan mengampuni sehingga mereka bebas melakukan dosa. Rasul Paulus di ayat 1 menyatakan, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?” Ia pun menjawab, “Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” (ay. 2). Paulus hendak menegaskan bahwa sebagai orang percaya seharusnya kehidupan lama kita sudah mati bersama dengan kematian Kristus. Ungkapan yang dipakai Paulus adalah “dibaptiskan dalam kematian-Nya [Kristus]” (ay. 3). Sekarang kita seharusnya memiliki kehidupan yang baru bersama dengan kebangkitan Kristus karena Dia sudah membayar segala hutang dosa kita di atas kayu salib dan memberikan jalan kemenangan atas dosa melalui kebangkitan-Nya.
Karena itu, sebagai respons atas baptisan yang diterimanya maka orang percaya harus menjadi seorang yang baru. Paulus menyatakan di ayat 11, “bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” Fokus hidup kita bukan lagi untuk memuaskan segala keinginan daging kita yang berdosa, melainkan hidup untuk memuliakan Allah.
Saudaraku yang terkasih, sebagai orang percaya kita perlu menerima baptisan. Baptisan bukan sekadar sebuah pengakuan dan peneguhan iman kita, tetapi merupakan simbol hidup yang baru–yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang. Karena itu, janganlah terus hidup di dalam dosa, tetapi hiduplah menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi nama Tuhan.
Refleksi Diri:
- Apa makna baptisan bagi Anda selama ini? Bagi Anda yang sudah dibaptis, apakah ada kehidupan baru yang muncul sejak Anda mengaku percaya dan menerima Yesus Kristus?
- Bagaimana Anda ingin mengisi kehidupan baru Anda setelah dibaptis?
