Bagikan artikel ini :

Dekat Tapi Tidak Dikenal

Matius 16:5-12

Belum juga kamu mengerti?
- Matius 16:9a

Para murid adalah orang-orang yang sangat dekat dengan Tuhan Yesus. Mereka mengikuti Yesus, mendengarkan pengajaran-pengajaran-Nya, dan menyaksikan berbagai mukjizat yang dilakukan-Nya. Kalau ada orang yang paling mengerti dan mengenal Yesus seharusnya adalah para murid. Anehnya, di dalam Matius 16:5-12 diceritakan para murid tidak mengerti apa yang Yesus katakan.

Yesus mengingatkan hal penting kepada murid-murid-Nya, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” (ay. 6). Intinya, mereka jangan menjadi seperti orang Farisi yang munafik dan kaum Saduki yang gila kekuasaan. Mereka malah merespons, “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti.” (ay. 7b). Gak nyambung responsnya. Yesus bicara ke timur, para murid berpikir ke barat. Yesus sedang ngomong masalah rohani, mereka mikirin masalah roti.

Mengetahui apa yang dibicarakan para murid, Yesus berkata, “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya! Belum juga kamu mengerti?” (ay. 8-9a). Yesus memandang janggal pembicaraan mereka mengenai ketiadaan roti, padahal mereka sudah menyaksikan dan makan juga roti-roti tersebut. Yesus sebelumnya telah memberi makan lima ribu orang dan empat ribu orang, dengan bermodalkan beberapa roti dan ikan, bahkan masih tersisa beberapa bakul. Sekarang hanya ada beberapa orang di dalam kapal tersebut, masakan Yesus tidak bisa mencukupi makanan mereka? Sekarang mereka malah curiga bahwa Yesus panik karena mereka tidak membawa roti. Yesus keheranan melihat pemikiran para murid (ay. 11). Ini bukan masalah ketidakmengertian dalam pengetahuan, melainkan masalah hati yang kurang percaya kepada Yesus. Kita pun sebenarnya tidak akan mengerti siapa Tuhan kalau bukan karena karya Kristus. Melalui Kristus kita bisa mengenal dan mengerti akan kasih Allah kepada kita, kuasa-Nya, kehebatan-Nya, keagungan-Nya, dan sebagainya.

Jangan sampai ketidakmengertian para murid terjadi juga pada kita. Kita mungkin secara fisik dekat dengan Tuhan‒setiap minggu ke gereja, menyanyi lagu rohani‒tetapi tidak pernah mengenal isi hati-Nya sebab kita jauh dari firman-Nya. Saat ada sedikit masalah, kita mudah curiga kepada Tuhan atau kita seringkali memandang Tuhan hanya untuk keuntungan pribadi: hidup lancar, badan sehat, dan berkelimpahan harta. Bergaullah dengan firman setiap hari, supaya kita mengenal Yesus dengan sungguh. Biarkan firman Tuhan mengubah hati kita, bukan hanya sekadar pengetahuan saja.


Refleksi Diri:

  • Dalam hal apa Anda bisa menyalahpahami Tuhan Yesus?
  • Apa tindakan nyata yang mau Anda lakukan untuk semakin mengerti dan mengenal Tuhan Yesus?