Dari 10.000 Jadi 1.000
Amsal 20:14
“Tidak baik! Tidak baik!”, kata si pembeli, tetapi begitu ia pergi, ia memuji dirinya.
- Amsal 20:14
Jika Anda sering berselancar di jagat internet, Anda tentu pernah mendengar sebuah stereotype yang sangat terkenal mengenai para emak negara-negara Asia. Mulai dari emak-emak Indonesia, China, sampai India, mereka dikenal suka menawar harga. Barang seharga 10.000 rupiah, entah bagaimana bisa ditawar sampai hanya 1.000 rupiah! Jika Anda termasuk emak-emak demikian, Anda benar-benar luar biasa!
Apakah emak-emak seperti ini yang dibicarakan Salomo pada ayat di atas? Apakah Tuhan tidak suka ketika kita menawar harga di pasar? Tentu tidak. Budaya kita memang memungkinkan adanya aktivitas tawar-menawar. Penjual menaikkan harganya dan pembeli secara tidak tertulis dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang harga pasaran supaya dapat menawar harga yang terbaik. Tak hanya itu, proses tawar-menawar seperti ini dapat membangun komunikasi, bahkan mengakrabkan.
Jadi, yang tidak dikehendaki Tuhan bukanlah proses tawar-menawarnya, melainkan ketika seorang pembeli menipu penjualnya dengan mengatakan bahwa barang dagangannya cacat atau kurang baik kualitasnya sehingga membuatnya harus menurunkan harga barang tersebut. Si pembeli kemudian membanggakan kebohongannya yang membuatnya dapat membeli dengan harga murah. Jika Anda kira penipuan hanya bisa dilakukan oleh penjual, Anda salah. Pembeli pun bisa menipu penjualnya dengan cara demikian.
“Ah! Masa’ Tuhan sampai mengurusi belanjaku?” Ya, karena seluruh aspek hidup kita adalah milik Tuhan. Ketika melakukan penipuan seperti ini, kita sebenarnya melakukan dua hal yang tidak dikehendaki Tuhan. Pertama, jelas kita sedang menipu. Barang yang akan kita beli adalah barang yang kita tahu berkualitas, tetapi kita mengatakan barang tersebut “tidak baik”. Kedua, tidak hanya menipu, kita sedang merendahkan nilai dari kerja keras seseorang. Benda yang Anda beli merupakan hasil kerja keras atau produk kreativitas seseorang. Mengatakannya “tidak baik” demi mendapat harga murah, berarti Anda sedang merendahkan kerja keras para produsen tersebut. Bayangkan misalkan hasil kerja keras Anda, dikatakan “tidak baik” dan dinilai dengan sangat murah. Anda tentu sedih, bukan?
Ingat, aktivitas jual-beli kita juga adalah wadah untuk kita menjadi kesaksian bagi orang yang tidak mengenal Tuhan. Janganlah justru kita menipu dan merendahkan kerja keras orang lain hanya demi keuntungan pribadi!
Refleksi Diri:
- Pernahkah Anda membeli dengan tawar-menawar? Bagaimana cara Anda menawar? Apakah dengan cara yang baik atau justru dengan menipu dan merendahkan usaha orang lain?
- Mengapa Tuhan menghendaki kita berbuat jujur dan menghargai hasil usaha para produsen dalam aktivitas berbelanja kita?
