Bagikan artikel ini :

Corpus Christi

Roma 12:3-8

Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai (echomen) banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai (echomen) tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.
- Roma 12:4-5

Kita sebagai murid Kristus, bukan sekadar berada atau menjadi jemaat di sebuah gereja, tetapi kita juga adalah bagian dari gereja-Nya. Untuk menjadi bagian dari gereja Kristus ternyata ada catatan sejarah yang panjang, yakni perjanjian Allah yang telah digenapi oleh Kristus. Kedatangan Yesus yang pertama bertujuan untuk menyatakan anugerah-Nya, sementara kedatangan Yesus yang kedua akan menyatakan keadilan Allah.

Saat ini, kita hidup di rentang waktu kedatangan pertama dan kedua. Pada masa ini, gereja Kristus bertumbuh kembang sebagai Corpus Christi atau tubuh Kristus yang merupakan satu tubuh, tetapi memiliki banyak anggota.

Kata kerja kunci dari ayat di atas dalam bahasa Yunani adalah echomen yang merupakan kata kerja berbentuk masa kini atau present tense, berarti suatu kebenaran umum yang selalu berlangsung sampai hari ini. Secara harfiah berarti gereja selalu mempunyai banyak anggota dan pusatnya hanya satu, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Jadi, meskipun kita sebagai anggota gereja berasal dari suku, keturunan, dan ras yang berbeda-beda, tetapi dalam kehidupan berjemaat kita merupakan satu kesatuan yang berpusat kepada Kristus. Tidak boleh ada perbedaan di antara kita karena meskipun kita berbeda, kita telah disatukan oleh kasih karunia Tuhan.

Sebagai bagian dari tubuh Kristus, kita dipanggil bertanggung jawab sesuai kapasitas dan kesempatan yang Tuhan berikan, sampai Kristus datang kembali kedua kalinya. Apa saja langkah konkret yang bisa kita lakukan?

Pertama, kita berusaha mengenal siapa diri kita. Apa keunikan yang Allah karuniakan kepada kita? Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Kita diminta menumbuhkembangkannya secara maksimal. Kedua, kita juga diminta memakai waktu dan kesempatan untuk belajar dari hal kecil. Seiring waktu, kita akan ditambahkan tanggung jawab yang lebih besar. Terakhir, sadarilah kita hanyalah salah satu alat di tangan-Nya dari sekian banyak alat. Karena itu, hindarilah praktik one man show style (bergantung pada seseorang saja). Kembangkan kerjasama untuk sebuah tujuan yang sama. Mari bersama membangun tubuh Kristus sebab kita adalah satu di dalam tubuh Kristus.


Refleksi Diri:

  • Apakah ada perbedaan-perbedaan di gereja Anda yang masih terjadi? Bagaimana Anda bisa menjadi pemersatu di tengah perbedaan tersebut?
  • Apakah karunia yang Tuhan berikan kepada Anda? Bagaimana Anda dapat memaksimalkan secara kapasitas maupun kemampuan bagi pekerjaan Tuhan?