Bagikan artikel ini :

Consolidate (Konsolidasi)

Filipi 1:27

Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,
- Filipi 1:27

Pernahkah Anda memperhatikan sekelompok anak yang bermain game online bersamasama? Perhatikan bagaimana mereka berfokus tidak hanya pada layar di depan mereka, tetapi juga berkomunikasi dengan teman-temannya. Mereka bisa saling bercanda atau mengejek satu sama lain selama memainkan game online tersebut. Namun, satu hal yang patut kita kagumi dari mereka. Satu kualitas yang jarang ditemukan, bahkan di gereja-gereja masa kini, yakni kesatuan visi atau konsolidasi tujuan.

Tentu saja saya tidak mengatakan bahwa kita harus main game online supaya bisa memiliki kesatuan visi. Akan tetapi, coba perhatikan bagaimana anak-anak yang berasal dari sekolah yang berbeda, status ekonomi dan jenjang pendidikan yang beragam, bahkan suku dan agama yang berbeda, berjuang bersama memainkan game tersebut. Mereka memiliki satu visi yang sama, entah mencari harta karun atau mengalahkan monster di dalam game tersebut. Segala perbedaan dan keinginan untuk menonjolkan diri dikesampingkan, demi visi yang satu dan tujuan yang sama.

Terkadang saya sedih ketika melihat sesama anggota tubuh Kristus kalah kompak dibanding anak-anak tersebut. Kita masing-masing punya ego, agenda, dan motivasi pribadi. Akibatnya, bukannya berfokus kepada visi dan tujuan yang sama di depan, kita malah berusaha menonjolkan diri, mencari nama, dan memaksakan agar kehendak kita yang terpenuhi. Apa-apaan ini?! Bisa-bisanya kita yang adalah pengikut Kristus kalah kompak dibandingkan anak-anak pemain game online? Kesatuan visi sangatlah penting bagi gereja. Tidak hanya karena “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” tetapi juga karena kesatuan kita menjadi kesaksian bagi dunia akan kebenaran Injil Kristus (Yoh. 17:23). Bagaimana cara agar kesatuan visi dan konsolidasi tujuan bisa tercapai? Apakah dengan pemerintahan otoriter dan tangan besi? Cara ini bisa saja diterapkan di dunia, tetapi ini bukan cara yang Tuhan kehendaki untuk dipakai di gereja-Nya. Satu-satunya cara adalah dengan merendahkan ego kita dan bersedia mendengar satu sama lain.

Khotbah-khotbah dan seminar-seminar tentang kesatuan tidak akan menyatukan gereja. Pada akhirnya, yang dapat menyatukan gereja adalah kasih Kristus di dalam diri setiap kita.


Refleksi Diri:

  • Berapa nilai kekompakan gereja Anda dalam skala 1-10? Apa yang menjadi penghalang kesatuan visi dan konsolidasi tujuan di dalam gereja Anda?
  • Jika Anda termasuk di dalam kepemimpinan gereja (pengurus, koordinator, majelis, dan sebagainya), apa yang ingin Anda lakukan agar dapat menyatukan visi rekan-rekan sepelayanan yang lain?