Bagikan artikel ini :

Cara Hidup Yang Berbeda

2 Tawarikh 15:1-9

Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.
- 1 Petrus 2:12

 

Tidak hanya Asa memperbaiki kerohanian Yehuda Selatan serta mengalahkan musuh-musuhnya, bagian ini mencatat bagaimana ia mendengarkan perkataan Nabi Azarya dan menaati Tuhan. Ia melakukan pembaruan ibadah dengan cara menyingkirkan berhala-berhala secara menyeluruh sampai pelosok kerajaannya, serta memperbaiki mezbah Bait Suci.

 

Hasilnya? Ayat 9 menceritakan bagaimana para pendatang dari Israel Utara yang berasal dari suku Efraim, Manasye, dan Simeon pindah dan kini tinggal di tengah-tengah mereka. Mengapa? Karena pemerintahan Asa yang takut akan Tuhan berbeda dengan raja-raja Israel Utara yang makin menjerat penduduknya ke dalam penyembahan berhala. Para pendatang ini diterangi hatinya oleh Tuhan sehingga mereka rela meninggalkan rumah dan tanah mereka di Israel Utara.

 

Inilah gambaran apa yang terjadi dalam kehidupan jika kita tidak hanya sekadar ber-KTP Kristen dan sibuk mengerjakan kewajiban-kewajiban agamawi. Ketika kita memiliki hidup yang taat dan takut akan Tuhan, orang yang berada di luar Tuhan dapat melihat keindahan penyertaan Tuhan. Inilah metode pemberitaan Injil paling efektif. Bukan tips dan trik ini-itu, gerakan ini-itu, dan lain sebagainya, melainkan cara hidup yang sampai-sampai membuat orang bertanya-tanya, “Bagaimana kamu bisa tetap bersukacita dalam kesusahan ini?” “Bagaimana kamu bisa tetap rendah hati?” “Bagaimana kamu bisa tetap sabar saat menghadapi orang seperti itu?” Di sinilah pemberitaan Injil menjadi efektif. “Karena aku memiliki Tuhan yang memberiku kekuatan untuk tetap bersukacita,” “Karena aku melakukan yang terbaik bukan untuk diriku, tetapi untuk Tuhan,” “Karena Tuhan begitu mengasihiku dan aku rindu memperlakukan sesamaku dengan penuh kasih pula.” Orang-orang ini kemudian akan tertarik pada Injil yang kita percayai.

 

Sayang sekali kalau perbedaan kita dengan orang tidak percaya hanya sekadar pergi ke gereja setiap minggu dan berdoa melipat tangan sebelum makan. Jika hanya sebatas ini kehidupan kita sebagai orang Kristen, jangan harap orang-orang di luar sana akan tertarik dengan Injil Tuhan Yesus.


Refleksi Diri:

  • Apakah ada orang belum percaya yang kagum melihat perubahan hidup Anda sebelum dan sesudah mengenal Tuhan? Jika tidak ada, mengapa demkian?
  • Apa langkah praktis yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan cara hidup yang berbeda dan menarik orang kepada Injil?